Wabup Supriatna Tegaskan PKKMB IMK Harus Ramah, Edukatif, dan Tanpa Perpeloncoan
Diikuti 467 mahasiswa baru selama tiga hari, PKKMB IMK diarahkan menjadi ruang adaptasi yang menyenangkan sekaligus membangun karakter dan kedisiplinan
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Memasuki lingkungan perguruan tinggi menjadi pengalaman baru bagi ratusan mahasiswa Institut Mpu Kuturan (IMK). Karena itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meminta pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dikemas secara positif, menyenangkan, dan jauh dari praktik perpeloncoan maupun tindakan yang mengarah pada perundungan.
Pesan tersebut disampaikan Supriatna ketika membuka PKKMB IMK di Open Stage Kampus Menjangan, Banyuning, Rabu (26/8) .
Ia mengingatkan panitia agar tidak mengulang pola orientasi mahasiswa pada masa lalu yang identik dengan pendekatan keras terhadap peserta.
Menurutnya, pengenalan lingkungan kampus seharusnya menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk membangun kebersamaan sekaligus mengenal kehidupan akademik secara lebih dekat.
“Jangan sampai pengenalan kampus dilakukan dengan model-model seperti dahulu. Hindari hal-hal yang kurang positif, apalagi sampai mengarah pada bullying. Mari kita bangun kebersamaan dengan penuh sukacita,” ujarnya.
Supriatna menyampaikan bahwa aspek kedisiplinan tetap menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Namun, kedisiplinan tersebut harus ditanamkan melalui cara-cara yang mendidik dan membangun, bukan dengan tindakan yang dapat merendahkan atau membuat mahasiswa baru merasa tertekan.
“Mendidik disiplin boleh, tetapi caranya harus membangun kedisiplinan. Tidak perlu seperti zaman dahulu dalam ospek. Jadikan PKKMB sebagai pengalaman yang menarik sehingga hubungan seluruh sivitas akademika semakin kuat,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa baru mengikuti setiap kegiatan PKKMB dengan perasaan gembira. Menurutnya, kegiatan tersebut jangan dipandang sebagai beban, melainkan sebagai tahap awal untuk beradaptasi dengan suasana pendidikan tinggi yang berbeda dari lingkungan sekolah menengah.
“PKKMB ini merupakan momentum bersejarah bagi mahasiswa karena mereka akan memasuki dunia perguruan tinggi yang tentu berbeda dengan pendidikan sebelumnya. Di sini mereka mulai mengenal sistem pendidikan tinggi, kegiatan kampus, serta membangun pergaulan bersama teman-temannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Supriatna mengapresiasi keberadaan IMK sebagai perguruan tinggi negeri yang mengusung nama besar Mpu Kuturan. Ia berharap IMK tidak hanya menjadi pusat peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mempertahankan serta mengembangkan kebudayaan Bali.
“Saya berharap kampus ini menjadi benteng budaya bagi Buleleng, khususnya dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia. Tugas institut ini juga menjaga benteng budaya kita di Bali,” tutupnya.
Sementara itu, Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., mengatakan PKKMB memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru memahami lingkungan perguruan tinggi. Tidak hanya mengenalkan sistem akademik dan organisasi kemahasiswaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang awal untuk membentuk karakter, etika, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sebagai bagian dari sivitas akademika.
Ia mengajak seluruh mahasiswa baru menjadikan PKKMB sebagai titik awal untuk mengenal lingkungan kampus secara lebih dekat, menumbuhkan kecintaan terhadap almamater, serta ikut berkontribusi dalam perkembangan IMK.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Tri Kaya Parisudha, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
PKKMB IMK tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 467 mahasiswa baru.
Pembukaan PKKMB ditandai dengan prosesi penancapan kayonan dan penyematan tanda peserta kepada mahasiswa baru. Prosesi tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng bersama Rektor IMK, serta didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi.