01.09.2026

Dari Ide hingga Layar, “Dunia Seni” Bawa Smanser Raih Prestasi Nasional

0
image

Film pendek karya siswa SMA Negeri 1 Seririt mengangkat isu kesehatan mental Generasi Z dan berhasil meraih Juara III Nasional pada ICONIC 2026.

SINGARAJA, SINGARAJANOW-Sebuah karya kreatif yang lahir dari kolaborasi siswa SMA Negeri 1 Seririt (Smanser) berhasil mengantarkan nama sekolah tersebut ke tingkat nasional. Film pendek bertajuk Dunia Seni” sukses meraih Juara III Nasional dalam Intelligent Communication and Innovation Competition (ICONIC) 2026.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dharma Duta, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Pelaksanaan kompetisi berlangsung di Kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar pada 26 Agustus 2026 dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi itu menjadi capaian tersendiri bagi para siswa Smanser yang memilih film sebagai media untuk menyampaikan gagasan. “Dunia Seni” tidak hanya menampilkan kreativitas dari sisi produksi, tetapi juga membawa tema yang erat dengan kehidupan remaja, yaitu kesehatan mental Generasi Z.

Melalui cerita yang disusun secara kreatif, film tersebut berupaya menggambarkan persoalan yang dapat dialami generasi muda sekaligus menghadirkan pesan sosial yang relevan. Bagi para siswa, karya film menjadi sarana untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai kehidupan anak muda dengan bahasa yang lebih dekat dan mudah diterima.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum film diproduksi, para siswa terlebih dahulu melalui sejumlah tahapan, mulai dari menentukan ide, mengembangkan cerita, menulis naskah, menyusun storyboard, melakukan pengambilan gambar, hingga mengedit hasil produksi.

Proses tersebut semakin menantang karena anggota tim berasal dari kelas X, XI, dan XII. Perbedaan jadwal belajar dan aktivitas sekolah membuat mereka harus pintar mengatur waktu agar produksi tetap berjalan tanpa mengganggu kewajiban sebagai pelajar.

Dalam tim tersebut, I Ketut Diki Tria Raharja Kori (X.4) dipercaya sebagai sutradara. Sementara I Made Satrya Palguna (XII.9) dan Komang Leo Triyatna Putra (X.7) bertugas sebagai kameramen sekaligus editor.

Bagian penulisan cerita dikerjakan I Gusti Ayu Dara Cinta Ningrum (XI.7) dan I Gusti Ayu Made Risma Satya Dewi (XII.9). Adapun pemeran film terdiri atas Ni Luh Aura Natania (XII.3), Nyoman Elo (XII.3), Putu Graceya Anastazya Putri (XII.1), Ni Kadek Dinajyotee Ravini Putri (X.5), I Putu Rhadit Mahesa Mandala Putra (X.3), serta I Gusti Ayu Made Risma Satya Dewi (XII.9).

Bagi I Made Satrya Palguna, mengikuti proses pembuatan film hingga kompetisi nasional memberikan pengalaman yang tidak kalah penting dibandingkan penghargaan yang diperoleh.

“Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk berkarya bersama tim dan menyelesaikan film ini hingga tuntas. Selama prosesnya kami belajar bekerja sama, saling memahami, dan menghadapi berbagai tantangan bersama. Pengalaman ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” ungkap Palguna.

Menurutnya, setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga komunikasi menjadi hal penting selama proses produksi. Berbagai kendala yang muncul justru membuat mereka belajar untuk mencari solusi secara bersama-sama.

Pembina Tim Smanser, Putu Aditya Mahendra, S.Kom., memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan para siswa menjadi hasil dari kreativitas sekaligus kesungguhan mereka dalam menjalani seluruh tahapan kompetisi.

“Anak-anak sudah menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana bisa dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai. Mereka bukan hanya belajar membuat film, tetapi juga belajar bertanggung jawab, berkomunikasi, membagi tugas dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama,” ujar Aditya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat mendorong lebih banyak siswa untuk berani mencoba bidang kreatif. Menurutnya, kompetisi seperti ICONIC memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan yang mungkin tidak seluruhnya terlihat melalui kegiatan pembelajaran di kelas.

Selain menjadi prestasi bagi sekolah, film “Dunia Seni” juga memperlihatkan bahwa pelajar dapat mengambil peran dalam menyampaikan pesan mengenai persoalan sosial di lingkungan mereka. Tema kesehatan mental yang diangkat menjadi salah satu bentuk kepedulian siswa terhadap isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Capaian Juara III Nasional ICONIC 2026 diharapkan menjadi pengalaman penting bagi seluruh anggota tim untuk terus mengasah kemampuan. Terlebih, mereka telah mendapatkan pengalaman langsung dalam mengembangkan ide, memproduksi karya audiovisual, hingga mempertanggungjawabkan hasil karya di hadapan peserta lain dari berbagai daerah.

Pihak sekolah pun diharapkan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai kegiatan dan kompetisi. Dukungan tersebut penting agar potensi siswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga dalam komunikasi, seni, teknologi, dan bidang kreatif lainnya.

Bagi Smanser, prestasi “Dunia Seni” bukan sekadar tambahan koleksi penghargaan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama, kreativitas, dan keberanian siswa untuk mengangkat persoalan di sekitar mereka dapat menghasilkan karya yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *