01.09.2026

Gudang Penyulingan Minyak Cengkih di Padangbulia Terbakar, Kerugian Rp600 Juta

0
IMG-20260830-WA0006-1536x1152

Kebakaran terjadi saat aktivitas penyulingan berlangsung, api cepat menjalar akibat tumpukan daun cengkih dan kencangnya hembusan angin

SINGARAJA, SINGARAJANOW, – Kepulan asap yang muncul dari sebuah gudang penyulingan minyak cengkih di Banjar Dinas Widarbasari, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, berubah menjadi kobaran api pada Sabtu (29/8/2026) siang. Dalam waktu singkat, api membakar bangunan berukuran sekitar 15×20 meter tersebut hingga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp600 juta.

Gudang tersebut merupakan tempat usaha milik Made Ardaka (51). Saat kejadian berlangsung, aktivitas penyulingan daun cengkih menjadi minyak tengah dilakukan oleh salah seorang pegawainya, Nartun (61).

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 Wita. Ketika sedang menjalankan proses penyulingan, Nartun melihat adanya asap yang mengepul dari dalam area gudang.

Menyadari situasi tersebut, Nartun segera keluar dari bangunan dan meminta bantuan warga sekitar. Warga yang berdatangan kemudian berusaha memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, usaha warga untuk mengendalikan api tidak banyak membuahkan hasil. Kobaran api semakin membesar dan cepat meluas karena di sekitar gudang terdapat banyak tumpukan daun cengkih yang mudah terbakar.

Selain material yang mudah terbakar, kondisi cuaca saat itu juga menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman semakin sulit. Angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan api dengan cepat membesar.

“Api sangat cepat membesar, karena di sekitar lokasi gudang banyak terdapat tumpukan daun cengkih. Warga sempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya, namun api sulit dipadamkan karena saat kejadian angin juga bertiup sangat kencang,” jelas Yohana, Minggu (30/8/2026).

Kebakaran tersebut akhirnya menghanguskan gudang usaha penyulingan minyak cengkih beserta sejumlah barang dan material yang berada di dalamnya. Dari kejadian tersebut, Made Ardaka diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp600 juta.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada lokasi usaha yang menyimpan material mudah terbakar dan menjalankan aktivitas produksi dengan proses penyulingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *