01.09.2026

Wabup Gede Supriatna Buka Pelatihan TOF PMR, Perkuat Kader Kemanusiaan PMI Buleleng

0
image
Pelatihan Training of Facilitator PMR Diharapkan Melahirkan Fasilitator Kompeten dan Generasi Relawan yang Siap Menjawab Tantangan Kemanusiaan.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Komitmen dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kemanusiaan terus diwujudkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng. Wakil Bupati Buleleng yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, secara resmi membuka kegiatan Training of Facilitator (TOF) Palang Merah Remaja (PMR) di Markas PMI Kabupaten Buleleng, Senin (27/7).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan kualitas para relawan, khususnya dalam mencetak fasilitator PMR yang mampu membina dan mengembangkan karakter kemanusiaan di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Gede Supriatna menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, peningkatan kapasitas relawan merupakan investasi penting dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan yang profesional dan berkelanjutan.

“PMR merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pelatihan TOF ini, saya berharap lahir fasilitator-fasilitator yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menjadi teladan, membangun semangat kerelawanan, dan menanamkan nilai kepedulian kepada sesama di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Gede Supriatna.

Ia menegaskan, keberadaan fasilitator PMR memiliki peran strategis dalam membentuk kader-kader muda yang siap terlibat dalam berbagai aksi sosial dan penanggulangan bencana. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi kebutuhan yang harus terus dilakukan agar PMI mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Pelaksanaan Training of Facilitator PMR ini juga menjadi wujud nyata komitmen PMI Kabupaten Buleleng dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing. Para peserta dibekali berbagai materi mengenai kepemimpinan, teknik fasilitasi, manajemen pelatihan, komunikasi efektif, serta penguatan nilai-nilai dasar kepalangmerahan.

Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Buleleng berharap dapat melahirkan fasilitator-fasilitator PMR yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi motor penggerak pembinaan relawan muda. Dengan demikian, keberadaan PMR di sekolah-sekolah dapat semakin aktif dalam menumbuhkan budaya kepedulian, semangat gotong royong, dan jiwa kemanusiaan demi mewujudkan masyarakat Buleleng yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *