Sebelum Dipugar, Pratima Pura Segara Buleleng Disemayamkan Sementara di Rumah Jro Mangku

Pemindahan menjadi bagian dari rangkaian persiapan pemugaran Gedong Simpen yang dijadwalkan dimulai 26 September 2026
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemugaran Gedong Simpen Pura Segara Buleleng segera memasuki tahap pekerjaan fisik. Sebelum proses tersebut dimulai, berbagai rangkaian persiapan dilakukan oleh Desa Adat Buleleng, pengempon, panitia pembangunan, dan krama desa. Salah satunya adalah memindahkan sementara pratima Pura Segara ke rumah Jro Mangku Segara, Rabu (16/9/2026).
Prosesi tersebut berlangsung secara adat dan dipuput langsung oleh Jro Mangku Segara, Nyoman Sutayasa. Rangkaian diawali dengan mepiuning, sebelum pratima kemudian diusung dan dibawa berjalan kaki dari Pura Segara menuju rumah Jro Mangku Segara di Jalan Imam Bonjol, Singaraja.
Jarak antara Pura Segara dengan rumah Jro Mangku Segara sekitar satu kilometer. Prosesi turut dihadiri Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna, jajaran pengempon Pura Segara, serta krama desa yang ikut mengawal rangkaian pemindahan tersebut.
Pemindahan ini dilakukan bukan sebagai bagian dari upacara pemugaran, melainkan untuk memberikan ruang selama Gedong Simpen menjalani proses perbaikan. Selama pekerjaan berlangsung, pratima akan ditempatkan sementara di rumah Jro Mangku Segara hingga rangkaian pemugaran selesai.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, didampingi Kelian Pengempon Putu Udiana, mengatakan pemindahan pratima merupakan bagian dari tahapan persiapan sebelum pemugaran dimulai.
“Pemindahan ini sifatnya sementara, karena selama pemugaran pratima akan disemayamkan di rumah Jro Mangku Segara,” ujar Sutrisna.
Menurutnya, persiapan tersebut menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan fisik Gedong Simpen dilakukan. Berdasarkan rencana, pekerjaan pemugaran Pura Segara Buleleng akan mulai dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026.
Sementara itu, Kelian Pengempon Putu Udiana mengatakan seluruh rangkaian persiapan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pengempon dan krama desa.
“Kami bersama pengempon dan krama desa berupaya menjaga agar seluruh rangkaian berjalan lancar sesuai dengan tata pelaksanaan yang telah disepakati,” katanya.
Keterlibatan berbagai unsur Desa Adat Buleleng tersebut menunjukkan bahwa pemugaran Gedong Simpen bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik bangunan. Prosesnya juga berjalan beriringan dengan rangkaian adat dan kebersamaan krama dalam menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan di Pura Segara.
Dengan pemindahan sementara pratima, tahapan persiapan kini mulai bergeser menuju pelaksanaan pemugaran. Seluruh rangkaian diharapkan dapat berjalan lancar sehingga proses perbaikan Gedong Simpen Pura Segara Buleleng tetap berlangsung sesuai tata pelaksanaan yang telah disepakati bersama.