
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi memulai rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 melalui acara pembukaan yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Singaraja. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna dan menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran Sukmawati Soekarnoputri selaku putri Bung Karno. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta berbagai tokoh masyarakat yang bersama-sama memberikan penghormatan terhadap warisan pemikiran sang Proklamator.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Kawya Atme Kerti”. Melalui sambutan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gede Supriatna, disampaikan bahwa tema tersebut menjadi ajakan untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menekankan pentingnya implementasi ajaran Trisakti Bung Karno sebagai landasan menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, prinsip berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan harus terus diperkuat di tengah arus globalisasi dan transformasi digital yang berkembang pesat.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kedaulatan digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi ancaman penyebaran informasi palsu, hoaks, hingga berbagai bentuk kejahatan siber yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat Bulan Bung Karno diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk memperkuat toleransi, mencintai produk lokal, serta melestarikan seni dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan pendukung yang bersifat edukatif dan membangun karakter kebangsaan. Di antaranya sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan serta program inovasi Satpol PP bertajuk “Sabah PolPP” atau Satu Hari Bersama Satpol PP yang bertujuan mendekatkan tugas dan fungsi aparat kepada masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Bulan Bung Karno VIII diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai nasionalisme, gotong royong, dan semangat kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat.
