
Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepengurusan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sukasada, Rabu (8/7). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sukasada, Ny. Meliani Budiarsana, bersama Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan se-Kecamatan Sukasada, kader Posyandu, bidan desa, serta kader pembangunan manusia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang terintegrasi melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), dan sosial.
Dalam arahannya, Ny. Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa transformasi Posyandu merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat melalui pelayanan dasar yang lebih dekat, terpadu, dan responsif. Menurutnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan menjadi garda terdepan dalam mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal.
“Posyandu memiliki peran yang semakin luas sebagai pusat pelayanan masyarakat. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta seluruh kader Posyandu agar pelayanan yang diberikan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sukasada, Ny. Meliani Budiarsana, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM di seluruh wilayah Kecamatan Sukasada.

Saat ini terdapat 79 Posyandu yang tersebar di 14 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Sukasada. Seluruh Posyandu tersebut secara aktif didampingi melalui berbagai kegiatan, mulai dari rembug stunting, monitoring pelaksanaan buka Posyandu, hingga pembaruan data prevalensi penyakit pada ibu dan anak dengan melibatkan Puskesmas, bidan desa, pemerintah desa, serta kader pembangunan manusia.
“Kami berkomitmen menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Melalui sinergi antara Tim Pembina Posyandu, Puskesmas, pemerintah desa, bidan desa, dan para kader, kami terus menguatkan koordinasi agar setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Ny. Meliani Budiarsana.
Menurutnya, pembaruan data kesehatan ibu dan anak secara berkala menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan intervensi yang tepat. Dengan data yang akurat, berbagai persoalan kesehatan maupun sosial dapat diidentifikasi lebih dini sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan terukur.
Ia berharap hasil dari kegiatan peningkatan kapasitas ini semakin memperkuat pemahaman seluruh pengurus dan kader Posyandu dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan dasar di tingkat desa, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Sukasada yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal.
