Polsek Seririt Edukasi Puluhan Siswa Baru SMK Karya Usadha tentang Bahaya Judi Online dan Narkoba

SHARE
Program Police Goes to School dimanfaatkan kepolisian untuk memperkuat literasi digital dan mencegah kenakalan remaja sejak dini.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Polsek Seririt memberikan edukasi kepada 76 peserta didik baru SMK Karya Usadha Seririt terkait bahaya judi online, penyalahgunaan narkoba, dan pemanfaatan teknologi secara bijak melalui program Police Goes to School, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang digelar di Lapangan Upacara SMK Karya Usadha Seririt, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.

Materi disampaikan oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Seririt IPTU I Nyoman Wantara yang didampingi Ps. Panit II Binmas Aipda Made Buje Astrawan dan Bhabinkamtibmas Desa Patemon Aipda Gede Suardika. Kegiatan turut dihadiri Kepala SMK Karya Usadha Seririt Putu Sidhartana, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran guru dan staf sekolah.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif judi online, kecanduan gim, serta bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat memengaruhi kesehatan, prestasi akademik, dan masa depan generasi muda. Selain itu, peserta juga dibekali literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara positif dan bertanggung jawab.

Atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., Kapolsek Seririt Kompol I Ketut Suparta, S.H., M.H., mengatakan bahwa program Police Goes to School merupakan langkah preventif kepolisian untuk membentengi pelajar dari berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran para pelajar sejak dini agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, menjauhi judi online, narkoba, maupun perilaku menyimpang lainnya. Kehadiran Polri di sekolah bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat,” ujarnya.

Kompol I Ketut Suparta menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

“Kami berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mencegah pengaruh negatif di era digital serta membentuk generasi muda yang berkarakter dan taat hukum,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara siswa dan narasumber. Seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 11.40 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.