MADAVA IV Berakhir Meriah, Mahasiswa Brahma Widya Buktikan Kreativitas Tanpa Batas di Tengah Keterbatasan

SHARE
Usung Semangat “Saha–Jivana Samvardhanah”, Festival Kolaborasi Seni, Budaya, dan Inovasi Mahasiswa Sukses Memukau Ratusan Penonton

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Rangkaian kegiatan MADAVA IV (Brahma Widya Festival) resmi ditutup melalui Malam Apresiasi yang berlangsung meriah di Open Stage Kampus Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Sabtu (30/5)

Mengangkat tema “Saha–Jivana Samvardhanah” yang berarti “Menumbuhkan Kehidupan Bersama”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa dalam menampilkan kreativitas yang berpijak pada nilai agama, tradisi, budaya, serta semangat inovasi di era modern. Madava IV telah berlangsung sejak 25 Mei 2026 melalui berbagai agenda, mulai dari Vedic Inconvery di Aula Rektorat Kampus Menjangan, penjurian Lomba Dharma Wacana Online, hingga puncak acara berupa Malam Apresiasi yang menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Sejak sore hari, area Open Stage dipenuhi antusiasme mahasiswa, dosen, alumni, serta masyarakat yang hadir untuk menyaksikan penampilan para peserta.

Berbagai suguhan seni ditampilkan secara bergantian, mulai dari tari tradisional Bali, pertunjukan musik, vokal, hingga penampilan teater yang memadukan unsur tradisional dan modern.

Penampilan para seniman muda menjadi daya tarik utama malam itu. Dengan balutan busana adat Bali yang megah, para penari berhasil memukau penonton melalui sajian koreografi yang sarat makna budaya. Di sisi lain, penampilan musik modern dan pertunjukan kreatif mahasiswa turut menghadirkan suasana yang dinamis sekaligus menunjukkan kemampuan generasi muda dalam mengadaptasi perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya.

Ketua Panitia Madava IV, Ketut Vira Damayanti, mengatakan bahwa festival ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Brahma Widya mampu menghadirkan karya dan kegiatan yang berkualitas melalui semangat kolaborasi.

“Madava IV hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan potensi yang dimiliki Fakultas Brahma Widya. Kami ingin membuktikan bahwa meskipun memiliki keterbatasan sumber daya manusia, mahasiswa tetap mampu berkarya, berinovasi, dan menghadirkan kegiatan yang tidak kalah dengan fakultas lainnya.

Keberhasilan festival ini tidak terlepas dari dukungan mahasiswa, dosen, alumni, serta para demisioner yang bersama-sama bekerja dan berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Brahma Widya IMK Singaraja, I Made Hartaka, S.Fil.H., M.Fil.H., menegaskan bahwa Madava merupakan festival kreativitas mahasiswa yang berakar pada nilai-nilai agama, tradisi, dan budaya, namun tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi dan inovasi.

“Madava pada dasarnya merupakan festival kreativitas mahasiswa yang berlandaskan nilai agama, tradisi, dan budaya.

Namun, kami juga mendorong mahasiswa untuk peka terhadap perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan inovasi yang berkembang di ruang digital.

Karena itu, nuansa budaya dan tradisi tetap menjadi identitas utama festival ini, tetapi dipadukan dengan sentuhan modern melalui berbagai karya dan penampilan mahasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Madava IV yang dikemas lebih sederhana sebagai bentuk penyesuaian terhadap efisiensi anggaran tidak mengurangi esensi utama kegiatan, yakni memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Dr. I Nyoman Miarta Putra, S.Ag., M.Ag. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menyelenggarakan festival meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

“Madava IV menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menunjukkan kreativitas, dedikasi, dan semangat berkarya meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Kegiatan kemahasiswaan seperti ini memiliki peran penting sebagai ruang belajar di luar kelas untuk mengembangkan kemampuan, kepemimpinan, serta kreativitas mahasiswa.

Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai yang diperoleh di kampus, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mahasiswa, dosen, alumni, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan festival tersebut.

Melalui tema “Saha–Jivana Samvardhanah”, MADAVA IV tidak hanya menjadi ajang hiburan dan apresiasi seni, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi, kebersamaan, dan semangat mahasiswa untuk terus berkarya

Festival ini sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Brahma Widya dalam menciptakan ruang tumbuh bagi lahirnya ide, kreativitas, dan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan berakhirnya Madava IV, diharapkan semangat berkarya yang telah ditunjukkan para mahasiswa dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga nilai budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.