BP3MI Bali Perkuat Sinergi Wujudkan SMK Go Global, Cetak SDM Siap Bersaing di Pasar Kerja Internasional

SHARE
Rapat Koordinasi Libatkan OPD dan Mitra Vokasi, Dorong Penyebarluasan Informasi agar Lulusan SMK Memiliki Kompetensi, Perlindungan, dan Akses Kerja Globa

DENPASAR, SINGARAJANOW – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penyebarluasan Informasi Program SMK Go Global yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Balai Latihan Kerja, serta berbagai mitra vokasi di Provinsi Bali. Rapat koordinasi menjadi forum untuk menyamakan langkah dalam mendukung implementasi Program SMK Go Global sekaligus memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.

Kepala BP3MI Bali, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa Program SMK Go Global merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja internasional, sekaligus memahami mekanisme penempatan pekerja migran yang aman dan sesuai ketentuan.

“Program SMK Go Global tidak hanya membuka akses bekerja di luar negeri, tetapi juga memastikan setiap peserta memiliki kompetensi, kemampuan berbahasa asing, memahami budaya kerja negara tujuan, serta mengetahui prosedur penempatan yang legal sehingga dapat bekerja secara profesional dan memperoleh perlindungan yang maksimal,” ujarnya.

Ia menilai, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara menjadi peluang besar bagi lulusan SMK Indonesia. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh industri global.

Menurut Iqbal, keberhasilan program ini memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, lembaga pelatihan, hingga media menjadi faktor penting untuk memastikan informasi mengenai kesempatan kerja di luar negeri dapat diterima masyarakat secara benar dan menyeluruh.

“Kami tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai peluang kerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda Bali yang memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi dan meraih pekerjaan yang layak di tingkat internasional,” katanya.

Program SMK Go Global dirancang untuk membekali lulusan SMK maupun masyarakat umum dengan berbagai kompetensi pendukung, mulai dari pelatihan keterampilan, sertifikasi profesi, penguasaan bahasa asing, pemahaman budaya kerja internasional, hingga edukasi mengenai tata cara penempatan pekerja migran Indonesia yang aman dan sesuai regulasi.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan tenaga kerja Indonesia yang lebih kompetitif, profesional, sekaligus terlindungi selama bekerja di luar negeri.

Dalam rapat koordinasi tersebut, BP3MI Bali juga mengajak seluruh instansi dan mitra vokasi memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk memperluas jangkauan sosialisasi Program SMK Go Global. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi lulusan SMK dan calon pekerja migran Indonesia untuk membangun karier di pasar kerja global melalui jalur yang aman, legal, dan berkualitas.