Lencana Melati untuk Sekda Buleleng, Pengabdian di Gerakan Pramuka Mendapat Apresiasi
Gede Suyasa menerima penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka, disusul 29 penghargaan Pancawarsa dan penyematan Tiska Jambore Nasional XII bagi 32 Pramuka Penggalang Buleleng
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Dedikasi dalam membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Buleleng mendapat apresiasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., dianugerahi Lencana Melati dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Penghargaan tersebut disematkan dalam puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Minggu (30/8/2026). Lencana Melati dikalungkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, S.H., selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Buleleng, didampingi Sekretaris II Kwarda Bali, Ir. Abdul Muthalib Silviansyah, M.Si.
Lencana Melati merupakan salah satu bentuk penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Penganugerahan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung pembinaan serta pengembangan Gerakan Pramuka.
Bagi Suyasa, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi. Ia memandang penghargaan itu sebagai dorongan untuk semakin meningkatkan pengabdian, khususnya dalam menyiapkan generasi muda Buleleng agar memiliki karakter, disiplin, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Terima kasih kepada Kak Kwarnas atas pemberian penghargaan Melati untuk saya selaku Ketua Kwarcab Buleleng. Penghargaan ini menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kembali motivasi mengabdi dalam memajukan Pramuka di Buleleng,” ujar Suyasa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Kwarcab Buleleng yang selama ini turut mendukung pelaksanaan berbagai program kepramukaan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus Pramuka Kwarcab Buleleng atas dukungan dan semangat pengabdiannya sehingga seluruh program kerja Kwarcab Buleleng dapat terlaksana dengan baik,” lanjutnya.
Menurut Suyasa, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga karakter dan kecakapan hidup. Karena itu, pembinaan kepramukaan perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi jati diri Pramuka.
“Pramuka harus terus hadir sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda. Tantangan anak-anak dan remaja saat ini semakin beragam, sehingga kegiatan kepramukaan juga harus mampu memberikan pengalaman yang relevan, positif, dan membangun karakter,” tegasnya.
Penghargaan Lencana Melati di Kabupaten Buleleng tidak hanya diberikan kepada Suyasa. Sekretaris Bina Muda Kwarcab Buleleng, I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 6 Singaraja, turut menerima penghargaan Lencana Melati dari Kwarnas.
Rangkaian penghargaan pada peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi dengan penyerahan 29 penghargaan Pancawarsa dari Kwarda Bali. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota Gerakan Pramuka yang dinilai telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, dan konsistensi dalam kegiatan kepramukaan.
Selain itu, sebanyak 32 Pramuka Penggalang Kwarcab Buleleng menerima penyematan Tanda Ikut Serta (Tiska) Jambore Nasional XII. Penyematan ini menjadi bagian dari penghargaan atas keikutsertaan mereka dalam kegiatan Jambore Nasional XII.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penguat semangat Gerakan Pramuka Buleleng untuk terus bergerak dalam pembinaan generasi muda. Penghargaan yang diterima para pembina dan peserta diharapkan menjadi motivasi agar kegiatan kepramukaan semakin aktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi seluruh jajaran, Kwarcab Buleleng berkomitmen menjadikan Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, mandiri, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.