
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada 30 subak yang tersebar di Kabupaten Buleleng. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai lebih dari Rp3,6 miliar itu diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (8/7).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, serta para pekaseh dan perwakilan subak penerima bantuan.
Bupati I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tetap menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Selain bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat, Pemkab Buleleng juga secara berkelanjutan mengalokasikan berbagai program pendukung, mulai dari insentif bagi subak, rehabilitasi dan revitalisasi jaringan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani guna menunjang aktivitas para petani.
“Kalau seluruh dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian digabungkan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, nilainya mencapai belasan miliar rupiah. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan,” tegas Bupati Sutjidra.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui perangkat daerah terkait terus mengupayakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lahan sawah yang masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B/LP2B). Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Bali sebagai bentuk perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa bantuan tahap kedua ini diprioritaskan untuk memperkuat infrastruktur pengairan di kawasan pertanian. Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, drainase, bendungan kecil, serta pembangunan sumur bor pada wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Menurutnya, seluruh bantuan disalurkan kepada 30 subak yang berada di kawasan KP2B/LP2B sebagai bagian dari strategi menjaga luas lahan sawah produktif sekaligus mendukung program nasional dalam mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Dengan semakin baiknya infrastruktur pertanian, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap distribusi air irigasi menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian terus meningkat. Upaya tersebut diyakini tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat Buleleng.
