Wabup Buleleng Cek Langsung Jalan Rusak di Alasangker, Perbaikan Dipastikan Mulai Bertahap

SHARE
Pemkab Buleleng fokus tangani kerusakan jalan melalui perbaikan berkala di tengah keterbatasan anggaran dan kenaikan harga material.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Menindaklanjuti keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di wilayah Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra turun langsung meninjau sejumlah titik kerusakan jalan, Jumat (22/5).

Kerusakan jalan yang semakin parah usai musim hujan menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Di sela peninjauan, Wakil Bupati Gede Supriatna menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berkomitmen melakukan penanganan jalan rusak secara bertahap meskipun dihadapkan pada keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

Ia mengungkapkan, Buleleng menjadi kabupaten dengan ruas jalan terpanjang di Bali, dengan total hampir 300 kilometer jalan dalam kondisi rusak, mulai dari berlubang hingga rusak berat.

“Kondisi jalan di Buleleng memang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Setiap tahun kami selalu mengalokasikan anggaran untuk peningkatan maupun rehabilitasi jalan.

Persoalan ini tentu tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, namun dalam lima tahun kepemimpinan kami bersama Bapak Bupati, kami akan berupaya maksimal menuntaskan permasalahan tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat memahami kondisi fiskal daerah yang harus dibagi untuk berbagai kebutuhan pembangunan lainnya seperti sektor pendidikan, kesehatan, irigasi, hingga pembangunan fasilitas pemerintah.

Menurutnya, lonjakan harga material terutama aspal yang kini mencapai sekitar Rp20 ribu per kilogram turut mempengaruhi percepatan pelaksanaan proyek perbaikan jalan.

“Kenaikan harga aspal membuat kami harus menyesuaikan kembali sejumlah perencanaan. Meski demikian, penanganan jalan tetap berjalan, salah satunya melalui metode patching agar kerusakan yang membahayakan bisa segera ditangani,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp70 miliar untuk penanganan infrastruktur jalan. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp50 miliar melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Khusus untuk ruas jalan di Alasangker, pihaknya memastikan penanganan awal segera dilakukan.“Atas arahan Bapak Wakil Bupati, tim Satgas Sigap Merah Putih akan mulai melaksanakan patching pada Senin pagi, terutama di titik-titik kerusakan yang paling parah,” jelasnya.

Kelian Adat Tenaon, Wayan Wara menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah yang turun langsung melihat kondisi jalan di wilayahnya.

Ia berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan demi keselamatan masyarakat.“Harapan kami lubang-lubang di jalan ini bisa cepat ditutup supaya masyarakat lebih aman saat melintas. Sudah cukup banyak warga yang jatuh akibat kondisi jalan yang rusak,” ujarnya.