Singa Kren Festival 2026 Hidupkan Kawasan Heritage Pelabuhan Tua Buleleng

SHARE
Tarian Kolosal Sarwada Singha Denbukit Akulturasi Budaya Etnis Bali, Islam, dan Tionghoa keberagam hiasi Opening Singa Keren Festival, Jumat (8/5)

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Festival Singa Kren Fest 2026 resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna di kawasan Eks Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat (8/5).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang penguatan seni budaya, kreativitas masyarakat, hingga pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.


Pembukaan festival turut dihadiri anggota DPRD Dapil Buleleng Kadek Turkini dan I Wayan Soma Adnyana, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, jajaran kepala perangkat daerah, Forkopimcam Buleleng, para perbekel dan lurah se-Kecamatan Buleleng, serta masyarakat umum.


Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Singa Kren Fest 2026. Penghargaan tersebut ditujukan kepada Camat Buleleng beserta panitia, pihak swasta, komunitas kreatif, pelaku UMKM, seniman, hingga masyarakat yang terlibat aktif mendukung festival.


Menurutnya, Singa Kren Fest tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal, pengembangan kreativitas, serta penguatan ekonomi kerakyatan.


Ia menilai Kecamatan Buleleng sebagai pusat Kota Singaraja memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pemerintahan, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.

Keberadaan kawasan heritage Kota Singaraja dan Pelabuhan Tua Buleleng disebut menjadi aset sejarah dan budaya yang memiliki daya tarik wisata tersendiri.


“Keberadaan kawasan heritage Kota Singaraja dan Pelabuhan Tua Buleleng menjadi kekayaan sejarah dan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” jelasnya.


Selain itu, berkembangnya UMKM, seni pertunjukan, kuliner khas daerah, hingga komunitas kreatif dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.


Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Camat Buleleng dalam laporannya menyampaikan bahwa Singa Kren Festival 2026 merupakan festival perdana yang digelar Kecamatan Buleleng pada 8–10 Mei 2026 di kawasan Eks Pelabuhan Tua Buleleng.


Festival mengangkat tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang dimaknai sebagai nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Beragam kegiatan ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari pertunjukan seni, kuliner khas daerah, pameran UMKM lokal, hingga kreativitas masyarakat yang mencerminkan akulturasi budaya di Kota Singaraja.


“Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, seniman, dan generasi muda dalam menampilkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” ungkapnya.


Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Buleleng turut menyerahkan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada 13 perwakilan masyarakat sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah.