
SINGARAJA, SINGARAJANOW, – Dalam rangka memaksimalkan persiapan menghadapi Porprov Bali 2027, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional, Kamis (16/4). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya pelatih demi mendongkrak perolehan medali emas.
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, dari 16 hingga 21 April ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Ria Lumintuarso, M.Si dan Prof. Dr. Devi Tirtawirya.
Wakil Ketua II KONI Buleleng, Dr. I Ketut Iwan Suwadesi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan level 1 yang sebelumnya telah diikuti para pelatih. Pada level 2, fokus diberikan pada peningkatan kemampuan dalam merancang program latihan dengan standar performa tinggi untuk atlet elite.
“Di Porprov sebelumnya, banyak atlet kita berhasil masuk final, namun belum maksimal meraih medali emas. Melalui pelatihan ini, kami dorong pelatih meningkatkan kualitas program latihan agar perak bisa dikonversi menjadi emas di 2027,” ujarnya.
Sebanyak 60 pelatih dari 48 cabang olahraga mengikuti pelatihan ini yang dibagi dalam dua gelombang. Para peserta merupakan pelatih yang telah lulus level 1 serta mendampingi atlet berprestasi pada Porprov Bali 2022.
Ketua Indonesian Conditioning Coaches Association (ICCA), Prof. Dr. Devi Tirtawirya, M.Or., menjelaskan bahwa pada pelatihan level 2, para pelatih dibekali kemampuan menyusun program latihan secara sistematis melalui pendekatan periodisasi, mulai dari fase umum, khusus, pra kompetisi hingga kompetisi.
“Fokus utama level dua ini adalah pemrograman latihan. Pelatih harus paham kapan memberikan latihan, bagaimana dosisnya, serta bagaimana mengatur recovery atlet,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan fase tapering menjelang pertandingan. Menurutnya, masih banyak pelatih yang keliru dalam menurunkan intensitas latihan sehingga berdampak pada tidak optimalnya performa atlet saat bertanding.
“Akibatnya atlet memang bisa masuk final, tapi saat puncak pertandingan performanya menurun karena recovery tidak maksimal. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.
Selain itu, pelatih diharapkan mampu melakukan evaluasi kondisi atlet secara mandiri melalui tes fisik berkala, sehingga program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan atlet.
Melalui pelatihan ini, KONI Buleleng optimistis kualitas pelatih akan semakin meningkat dan berbanding lurus dengan prestasi atlet. Bahkan, program ini juga diarahkan untuk mendorong pelatih lokal agar mampu menembus level internasional dalam dua tahun ke depan.
“Kami ingin tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi. Harapannya, raihan medali emas Buleleng bisa meningkat signifikan di Porprov 2027,” pungkas Iwan.
