‎SDN 1 Paket Agung Raih Juara I Utsawa Widyatarka Susastra Bali 2026, Harumkan Nama Buleleng di Penutupan Bulan Bung Karno

SHARE

Sekolah tertua di Bali yang memiliki jejak sejarah dengan ayah Bung Karno sukses menorehkan prestasi dalam ajang pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali tingkat Provinsi Bali.

DENPASAR, SINGARAJANOW – Semangat pelestarian budaya Bali mewarnai rangkaian Penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang berlangsung di Bali Beach Convention, Sanur, Minggu (28/6).

‎Pada kesempatan tersebut, SD Negeri 1 Paket Agung, Kabupaten Buleleng, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara I pada ajang Utsawa Widyatarka Susastra Bali tingkat Provinsi Bali untuk jenjang Sekolah Dasar.

‎Ajang yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini sebelumnya digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dan diikuti oleh perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Untuk mewakili Kabupaten Buleleng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng berkoordinasi dengan Disdikpora Kabupaten Buleleng menunjuk SD Negeri 1 Paket Agung sebagai peserta.

‎Dalam Final  Lomba Cerdas Cermat (LCC) berbasis bahasa, aksara, dan sastra Bali tersebut, tim SD Negeri 1 Paket Agung tampil penuh percaya diri. Pada babak ketiga, mereka bersaing ketat dengan SD Negeri 2 Blahbatuh, Gianyar, dan SD Saraswati 2 Denpasar.

‎Berkat kemampuan menjawab soal dengan cepat, tepat, dan penuh keyakinan, tim asal Buleleng mampu menunjukkan performa terbaik hingga akhirnya keluar sebagai juara pertama.

‎Prestasi ini semakin istimewa mengingat SD Negeri 1 Paket Agung merupakan sekolah dasar tertua di Bali yang memiliki nilai sejarah penting. Sekolah ini dikenal sebagai tempat mengajar Raden Soekemi Sosrodihardjo, ayah Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sejak berdiri, sekolah tersebut terus berperan mencetak generasi yang unggul dalam akademik, berkarakter, serta aktif melestarikan seni, budaya, bahasa, dan tradisi Bali.

‎Pembina Bahasa Bali SD Negeri 1 Paket Agung, Made Sulasmini, S.Pd.SD., M.Pd., mengaku sangat bersyukur atas capaian yang diraih anak didiknya.

‎”Perasaan saya tentu sangat senang, terharu, sekaligus bangga. Bangga karena anak-anak mampu sampai di titik ini dan akhirnya meraih juara satu. Prestasi ini membawa nama baik sekolah sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, persiapan menuju kompetisi berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Setelah lolos pada babak penyisihan di bulan Mei, tim hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan diri menuju babak final.

‎”Persiapannya cukup singkat, sekitar satu bulan. Dengan waktu yang terbatas itu kami harus mempersiapkan anak-anak menghadapi peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali,” katanya.

‎Menurutnya, tantangan terbesar selama proses pembinaan adalah membagi waktu antara latihan lomba dengan kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS) yang harus diikuti para siswa.

‎”Anak-anak harus tetap fokus belajar menghadapi PAS sekaligus berlatih untuk lomba. Mengatur waktu menjadi tantangan terbesar bagi kami selama masa pembinaan,” ungkapnya.

‎Made Sulasmini juga menilai keberhasilan ini memiliki makna tersendiri bagi SD Negeri 1 Paket Agung yang memiliki nilai historis sebagai sekolah tertua di Bali.

‎”Dengan mengikuti Utsawa Widyatarka Susastra Bali ini, kami ingin terus mengharumkan nama sekolah sekaligus menjaga warisan budaya Bali. Harapannya, anak-anak memiliki karakter yang kuat dan tidak melupakan bahasa, aksara, maupun budaya Bali sebagai identitas mereka,” jelasnya.

‎Ke depan, ia berharap kesempatan serupa terus diberikan agar semakin banyak generasi muda yang mencintai budaya daerah.

‎”Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki ruang untuk belajar dan berprestasi. Semoga pelestarian budaya Bali semakin kuat melalui pendidikan karakter sejak usia dini,” pungkasnya.

‎Utsawa Widyatarka Susastra Bali merupakan salah satu program strategis DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dalam mendukung pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Melalui kegiatan ini diharapkan literasi budaya generasi muda terus berkembang sehingga bahasa ibu masyarakat Bali tetap lestari di tengah perkembangan zaman.