Porjar Bali 2026: Dancesport Buleleng Kantongi 22 Medali, Pembinaan Atlet Dinilai Berjalan Positif

SHARE
Menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, kontingen Dancesport Buleleng menutup Porjar Bali 2026 dengan raihan 4 emas, 8 perak, dan 10 perunggu serta optimisme untuk memperkuat regenerasi atlet.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Kontingen Dancesport Kabupaten Buleleng kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Selama pelaksanaan kejuaraan, atlet-atlet pelajar Buleleng sukses mengumpulkan total 22 medali yang terdiri dari 4 medali emas, 8 medali perak, dan 10 medali perunggu.

Kejuaraan Dancesport Porjar Bali 2026 berlangsung di Aula SMKN 1 Denpasar pada 6 hingga 8 Juni 2026. Ajang tersebut menjadi wadah persaingan atlet pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Bali untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di berbagai nomor pertandingan.

Di tengah persaingan yang berlangsung ketat, para atlet Dancesport Buleleng mampu tampil kompetitif dan memberikan kontribusi positif bagi perolehan medali Kabupaten Buleleng.

Koordinator Dancesport Buleleng, Desak Ketut Arini, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan semangat juang selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, hasil yang diraih merupakan akumulasi dari proses latihan yang konsisten serta komitmen seluruh tim dalam mempersiapkan diri menghadapi Porjar Bali tahun ini.

“Tetap semangat untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya, terus berproses dan jangan menyerah. Kami juga memohon maaf karena tahun ini belum bisa memberikan hasil yang lebih maksimal untuk Buleleng,” ujarnya.

Arini menuturkan bahwa peta persaingan Dancesport di Bali kini semakin berkembang. Sejumlah daerah menunjukkan peningkatan kualitas atlet yang membuat kompetisi berlangsung lebih kompetitif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, Kabupaten Badung masih menjadi salah satu kekuatan utama karena memiliki banyak atlet pelajar yang berkualitas dan mampu tampil konsisten. Sementara itu, Kabupaten Gianyar dinilai mengalami perkembangan yang cukup pesat dan berhasil meningkatkan daya saingnya dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang persaingan semakin ketat. Badung memiliki banyak atlet pelajar yang bagus, sedangkan Gianyar menunjukkan peningkatan yang sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet,” jelasnya.

Meski belum mencapai target yang diharapkan, Arini menilai hasil yang diperoleh tetap menunjukkan potensi besar yang dimiliki atlet-atlet Dancesport Buleleng untuk berkembang pada masa mendatang.

“Raihan ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Dancesport Buleleng memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan berbagai pihak terhadap perkembangan Dancesport di Buleleng. Menurutnya, peran orang tua, pelatih, official, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi dan perkembangan atlet.

“Dukungan dari orang tua, pelatih, official, dan semua pihak sangat berarti bagi perkembangan atlet-atlet kami,” imbuhnya.

Selain menyoroti hasil pertandingan, Arini juga menekankan pentingnya memperkuat regenerasi atlet sebagai langkah menjaga keberlanjutan prestasi. Ia mengungkapkan bahwa jumlah atlet putra di cabang olahraga Dancesport masih relatif sedikit sehingga perlu dilakukan upaya penjaringan yang lebih luas.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna memperkenalkan Dancesport sekaligus mencari calon atlet potensial sejak usia dini.

“Ke depan kami perlu lebih gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencari atlet baru, terutama atlet putra. Saat ini jumlah atlet putra di cabang Dancesport masih sangat minim, sehingga pembinaan dan penjaringan harus terus dilakukan agar regenerasi berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Arini berharap capaian yang diraih pada Porjar Bali 2026 dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan berani mengembangkan kemampuan melalui berbagai ajang kompetisi.

“Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet yang lebih muda untuk terus berlatih dan berani berkompetisi. Pembinaan harus terus berjalan sehingga ke depan Buleleng dapat meraih hasil yang lebih baik lagi dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional,” tandasnya.

Pada Porjar Bali 2026, empat medali emas Dancesport Buleleng diraih oleh Made Balina Gita Jayantari dari kategori SD, pasangan I Gede Ananda Kiran Aprilio dan Ni Kadek Ranindya Maheswari Wijaya dari kategori SMP, Anastasya Andhita Limantara dari kategori SMP, serta Felisya Defiana Kartika dari kategori SMA.

Delapan medali perak dipersembahkan oleh Made Balina Gita Jayantari, pasangan Kadek Dymas Arfanda dan Ni Kadek Gita Ganeshita, pasangan Anastasya Andhita Limantara dan I Gusti Ayu Harry Vidya Cesya Wardani yang meraih dua medali perak, Luh Putu Dinda Saraswati, Putu Surya Ardana, pasangan Luh Putu Dinda Saraswati dan Made Sasmitha Giantara, serta pasangan Putu Surya Ardana dan Carmen Milla Gross.

Sementara itu, 10 medali perunggu berhasil disumbangkan oleh Ni Kadek Gita Ganeshita, pasangan Putu Dian Ayu Suryantini dan Komang Jenny Bellvania Putri Kirana, pasangan Ni Nyoman Winda Tri Kurniawati dan Desak Komang Lakshmi Julianindya, pasangan I Kadek Ari Widyantara Parta dan Komang Andini Mikayla Putri, pasangan Kadek Aiswarya Prema Jyoti dan Ni Putu Naila Efia Ariesta, Putu Dymas Saraswati yang meraih dua medali perunggu, serta Made Nadya Pradani Iswari.