19.10.2026

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan terhadap Anak

0
IMG-20261012-WA0006

Subjudul: Sosialisasi bersama Dinsos P3A sekaligus memperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng untuk membangun kepedulian, empati, dan perlindungan anak sejak dini.

SINGARAJA – Pencegahan kekerasan terhadap anak membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam tumbuh kembang anak. Komitmen tersebut diperkuat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dalam pertemuan rutin di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Kegiatan yang menghadirkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng ini menjadi ruang edukasi bagi anggota DWP untuk meningkatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan dan langkah perlindungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kesadaran orang tua dalam mendampingi anak. Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan, tetapi juga perlu didukung komunikasi terbuka agar anak merasa aman ketika menyampaikan persoalan yang dihadapi.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga mendorong agar edukasi mengenai perlindungan anak tidak berhenti pada pertemuan rutin DWP. Ia berharap kegiatan serupa dapat diteruskan di masing-masing instansi, sekolah, dan lingkungan DWP perangkat daerah sehingga informasi mengenai pencegahan kekerasan dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, yang menjadi narasumber, menjelaskan bahwa kekerasan terhadap anak dapat berbentuk kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, hingga eksploitasi.

Ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini, komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, serta keterlibatan satuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Upaya pencegahan tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama agar anak memperoleh perlindungan yang memadai di rumah maupun di luar rumah.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diperkenalkan dengan BESTIE Buleleng, singkatan dari Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati. Inovasi yang dikembangkan Dinsos P3A ini mendorong remaja menjadi tutor sebaya sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap teman yang menghadapi persoalan terkait kekerasan.

Pelaksanaan BESTIE Buleleng didukung tiga langkah utama, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, dan sinergi dengan lembaga terkait. Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak dapat menghubungi WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui sosialisasi ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan mampu memperluas peran keluarga dalam mengenali risiko kekerasan, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *