Akuatik Buleleng Lampaui Ekspektasi di Porjar Bali 2026, Koleksi 24 Medali dan Amankan Posisi Tiga Besar

SHARE
Target 13 Emas Tercapai, Atlet Muda Disiapkan Menuju Porprov Bali 2027


SINGARAJA, SINGARAJANOW – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kontingen Akuatik Kabupaten Buleleng pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Tampil dengan semangat juang tinggi, para atlet renang pelajar Buleleng sukses mengumpulkan total 24 medali dan mengantarkan daerahnya menempati peringkat ketiga klasemen akhir cabang olahraga akuatik tingkat Provinsi Bali.


Dari total perolehan tersebut, Buleleng membukukan 13 medali emas, 9 medali perak, dan 2 medali perunggu. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Buleleng sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet renang berprestasi di Bali.
Ketua Umum Pengkab Akuatik Buleleng, Made Sumarga Jaya, mengatakan hasil yang diraih para atlet telah sesuai dengan target yang ditetapkan sebelum pelaksanaan Porjar. Sejak awal, pihaknya menargetkan 13 medali emas dan target tersebut berhasil diwujudkan oleh para perenang muda Buleleng.


Menurutnya, persaingan pada Porjar Bali tahun ini berlangsung cukup ketat. Meski berada di posisi ketiga, selisih perolehan medali emas dengan kontingen Denpasar dan Badung yang berada di peringkat atas tidak terlalu jauh, yakni hanya terpaut tujuh medali emas.


“Perjuangan perenang Buleleng sudah cukup bagus, terbukti dari target yang ditetapkan 13 emas mereka mampu wujudkan dengan semangat juang cukup tinggi,” ujarnya, Senin (8/6).


Pada Porjar Bali 2026, Pengkab Akuatik Buleleng menurunkan sebanyak 22 atlet yang didampingi tim pelatih. Sejumlah atlet yang tampil nantinya akan menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang dan dipersiapkan untuk memperkuat Buleleng pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.


Sumarga Jaya menilai Porjar memiliki peran penting sebagai sarana evaluasi sekaligus pembentukan atlet masa depan. Selain mengejar prestasi, ajang ini menjadi tolok ukur perkembangan atlet muda yang akan menjadi tulang punggung Buleleng pada kompetisi tingkat yang lebih tinggi.


Hasil yang dicapai para atlet pelajar tersebut juga menjadi indikator positif bagi keberlanjutan prestasi olahraga akuatik di Buleleng. Regenerasi atlet dinilai berjalan dengan baik, ditandai munculnya sejumlah perenang muda yang memiliki potensi besar untuk berkembang.


Lebih jauh, ia menyebut Porjar merupakan ajang yang tepat untuk mengasah mental bertanding sekaligus menambah pengalaman sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih bergengsi. Oleh sebab itu, peningkatan program latihan akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas atlet.


Ia berharap para atlet tetap menjaga motivasi dan disiplin berlatih agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga pada level yang lebih tinggi.
“Kita akan genjot latihan bagi perenang Buleleng sehingga betul-betul siap untuk terjun saat event daerah, terlebih buleleng telah dilengkapi kolam bertarap nasional tentunya sebuah motivasi bagi kita semua,” kata dia.