19.10.2026

Celukanbawang Hidupkan Kembali Tradisi Gelar Klatkat, Wabup Supriatna Dorong Kerukunan dan Kebersamaan

0
FB_IMG_1791789998530

Bersamaan dengan peringatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW, warga kembali menggelar tradisi yang terakhir dilaksanakan pada 1987 sebagai upaya menjaga warisan dan memperkuat ikatan sosial.

BULELENG, SINGARAJANOW – Tradisi yang puluhan tahun tidak terselenggara akhirnya kembali hadir di tengah masyarakat Desa Celukanbawang. Melalui peringatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Syukuran Warga Kampung Gelar Klatkat, Sabtu (10/10), masyarakat kembali merajut kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen menjaga tradisi yang telah lama diwariskan oleh para pendahulu.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Banjar Dinas Celukanbawang, Kecamatan Gerokgak, tersebut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya. Perayaan tahun 2026 ini memiliki arti khusus karena tradisi tersebut kembali dilaksanakan setelah vakum sejak 1987.

Bagi masyarakat setempat, terselenggaranya kembali kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan perayaan keagamaan, melainkan juga menjadi sarana mempertemukan warga dalam suasana kekeluargaan. Nilai silaturahmi, saling menghormati, dan kebersamaan menjadi bagian penting yang diharapkan terus terpelihara melalui kegiatan tersebut.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyatakan dukungannya terhadap upaya masyarakat menghidupkan kembali tradisi Gelar Klatkat yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai positif di dalamnya tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi muda.

“Kami menyambut baik semangat masyarakat Celukanbawang yang kembali melaksanakan tradisi ini. Kebersamaan seperti inilah yang perlu terus dirawat karena menjadi kekuatan dalam membangun kerukunan, mempererat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” ungkap Supriatna.

Ia juga berharap masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan rasa saling menghargai dalam setiap kegiatan bersama. Menurutnya, keberagaman yang terpelihara dengan baik merupakan modal penting untuk membangun Buleleng yang aman, damai, dan harmonis.

Dukungan terhadap kegiatan ini sekaligus menjadi wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap kehidupan keagamaan dan tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara warga, pemerintah, dan unsur legislatif diharapkan dapat memperkuat pelestarian warisan lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai persatuan.

Kembalinya tradisi Gelar Klatkat setelah vakum sejak 1987 menjadi momentum penting bagi masyarakat Celukanbawang. Selain menghidupkan kembali tradisi yang sempat terhenti, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat silaturahmi antargenerasi dan menjaga kerukunan sebagai bagian dari identitas masyarakat Buleleng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *