Tanam Asoka dan Pucuk Merah, Mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan Implementasikan Nilai Tri Hita Karana
Program Ekoteologi Bidang Palemahan di Desa Banjar Tegeha mengajak masyarakat membangun hubungan harmonis dengan alam melalui aksi penghijauan.
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja melalui aksi penghijauan di Desa Banjar Tegeha, Jumat (9/10) . Sebanyak 20 pohon bunga asoka dan pucuk merah ditanam di sepanjang jalan lingkungan Desa Adat Banjar Tegeha sebagai bagian dari program Penguatan Ekoteologi Bidang Palemahan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengedepankan kepedulian terhadap kelestarian alam. Pelaksanaannya turut melibatkan staf Pemerintah Desa Banjar Tegeha dan warga sekitar, sehingga penghijauan tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa, tetapi juga gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri.
Selain mempercantik kawasan desa, penanaman pohon ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di sekitar tempat tinggal. Keberlanjutan kegiatan juga menjadi perhatian penting, terutama dalam memastikan tanaman yang telah ditanam memperoleh perawatan sehingga dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Perbekel Desa Banjar Tegeha, Ida Bagus Komang Sistiadi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang telah mengambil bagian dalam upaya penghijauan desa. Ia berharap keterlibatan tersebut dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk menjaga tanaman secara bersama-sama, sehingga hasil kegiatan tidak berhenti pada saat penanaman berlangsung.
“Penanaman ini menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan desa agar tetap asri. Kami berharap masyarakat ikut merawat tanaman yang sudah ditanam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” demikian draf pernyataan Perbekel yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.
Dosen Pembimbing KKN, Dr. Putu Maria Ratih Anggraini, M.Fil.H., menyampaikan bahwa ekoteologi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Ia menilai, penanaman pohon merupakan salah satu bentuk praktik mahasiswa dalam menerjemahkan pemahaman keagamaan menjadi aksi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep Palemahan dalam Tri Hita Karana mengandung nilai penting mengenai keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Pemahaman tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian dan keterlibatan langsung dalam menjaga lingkungan, termasuk dengan menanam serta merawat pohon di kawasan permukiman.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami ekoteologi secara akademik, tetapi harus mampu menghadirkannya melalui tindakan nyata. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga bumi,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan berupaya memperkuat pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari penerapan nilai keagamaan sekaligus tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam merawat lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.