03.09.2026

Wabup Supriatna Salurkan Bantuan dan Pastikan Penanganan Korban Kebakaran Tejakula

0
794262333_1070196998739109_5800004898413554767_n

Pemkab Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan, Wacana Hidran di Kawasan Pasar Desa Disiapkan untuk Antisipasi Kebakaran

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat memberikan perhatian kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar para korban mendapat penanganan.

Peninjauan tersebut dilakukan pada Rabu (2/9), dengan didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait. Dalam kesempatan itu, Wabup Supriatna melihat langsung kondisi ruko dan rumah warga yang terdampak kebakaran yang terjadi pada malam sebelumnya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh ruko dan dua rumah warga mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar, sementara dua ruko lainnya turut terdampak. Kendati menimbulkan kerugian material yang cukup besar, musibah tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, bantuan berupa sembako serta sejumlah perlengkapan kebutuhan rumah tangga diserahkan kepada warga yang terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama proses pemulihan pascakebakaran.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami masyarakat Tejakula. Ia meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada kondisi cuaca yang cenderung kering.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Tejakula. Yang terpenting tidak ada korban jiwa. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban warga, dan ke depan kewaspadaan bersama harus terus ditingkatkan,” ujar Supriatna.

Menurutnya, kondisi musim kemarau yang panjang dan kering, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Pemkab Buleleng juga terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, PMI, serta berbagai unsur terkait lainnya. Respons cepat dan sinergi antarlembaga dinilai penting untuk meminimalkan dampak apabila terjadi bencana serupa.

“Pencegahan tentu jauh lebih penting. Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap sumber api, instalasi listrik, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi memicu kebakaran. Jika ada kejadian, segera laporkan sehingga penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.

Selain penanganan pascakejadian, Pemkab Buleleng mulai mempertimbangkan penguatan sarana penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah pembangunan atau pengadaan hidran di kawasan pasar desa.

Keberadaan hidran di titik-titik strategis diharapkan dapat memberikan akses sumber air yang lebih cepat bagi petugas ketika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki kepadatan bangunan dan aktivitas perdagangan cukup tinggi.

“Untuk jangka panjang, kita akan melihat kebutuhan sarana pendukung seperti hidran, terutama di kawasan pasar desa. Ini akan kita dorong agar bisa diprogramkan dalam APBD Tahun Anggaran 2027,” jelas Supriatna.

Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan penanganan terhadap warga terdampak menjadi perhatian bersama. Selain bantuan awal, pemerintah akan terus melakukan koordinasi untuk melihat kebutuhan lanjutan masyarakat sehingga proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap.

Musibah kebakaran di Tejakula sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak. Dengan kewaspadaan masyarakat, dukungan sarana yang memadai, serta koordinasi lintas sektor, potensi dampak kebakaran diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *