01.09.2026

Jelang BulFest 2026, Dishub Buleleng Matangkan Rekayasa Lalu Lintas

0
image

Dinas Perhubungan Buleleng menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan pengaturan arus kendaraan guna memastikan pelaksanaan BulFest 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.

SINGARAJA, SINGARAJANOW– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng terus mematangkan skema rekayasa lalu lintas menjelang pelaksanaan Buleleng Festival (BulFest) 2026. Pengaturan arus kendaraan disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas selama festival yang berlangsung pada 18–23 Agustus 2026.

Sejumlah ruas jalan di kawasan pusat Kota Singaraja akan mendapat pengaturan khusus, terutama di sekitar Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, dan Jalan Pahlawan yang berada dekat dengan sejumlah titik kegiatan BulFest.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menyampaikan bahwa skema pengaturan lalu lintas tersebut telah dikoordinasikan bersama Satlantas Polres Buleleng. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pergerakan kendaraan tetap berjalan meskipun terdapat aktivitas festival yang memanfaatkan badan jalan.

“Konsepnya bukan penutupan jalan secara keseluruhan. Akses masyarakat tetap dibuka, tetapi kendaraan besar seperti truk dan kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih akan kami arahkan ke jalur yang lebih memungkinkan untuk dilalui,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan, pola pengaturan tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena kawasan Catus Pata digunakan sebagai salah satu lokasi panggung utama. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak terhadap arus kendaraan di sejumlah ruas sekitar pusat kota.

Karena itu, personel Dishub bersama pihak kepolisian akan ditempatkan di titik-titik yang dinilai berpotensi mengalami perlambatan maupun kepadatan. Pengaturan akan dilakukan secara situasional dengan melihat kondisi lalu lintas di lapangan.

Untuk kendaraan yang datang dari arah selatan atau Denpasar menuju kawasan barat, jalur alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, kemudian menuju Jalan Ahmad Yani.

Sementara kendaraan dari arah timur, khususnya Karangasem menuju wilayah barat, dapat menggunakan jalur Jalan WR Supratman, Jalan Surapati, Jalan Hasanuddin, Jalan Dr. Sutomo hingga Jalan Ahmad Yani.

Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu perhatian karena akan menerima limpahan arus dari jalur pengalihan. Terlebih, berdasarkan pemantauan Dishub Buleleng, terdapat sekitar 750–800 kendaraan truk pengangkut material yang melintas setiap hari dari arah Karangasem menuju Buleleng maupun Jembrana.

“Arus kendaraan berat ini menjadi salah satu hal yang kami antisipasi. Jangan sampai kendaraan besar bertemu dengan kepadatan akibat kegiatan festival sehingga menimbulkan hambatan yang lebih panjang,” jelasnya.

Adapun kendaraan dari arah timur yang hendak menuju wilayah selatan akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Setia Budi, Jalan Gempol, Jalan Gajah Mada, kemudian menuju Jalan Mayor Metra.

Untuk memudahkan pengguna jalan, Dishub Buleleng juga telah menempatkan sejumlah rambu petunjuk pada jalur-jalur alternatif tersebut. Masyarakat diharapkan mengikuti tanda dan arahan petugas agar distribusi arus kendaraan dapat berjalan sesuai skema yang telah ditetapkan.

Gunawan menambahkan, potensi gangguan lalu lintas tidak hanya muncul ketika BulFest resmi dimulai. Aktivitas persiapan seperti pembangunan panggung, pemasangan perlengkapan, serta kegiatan bongkar muat sudah berlangsung di sejumlah lokasi sehingga perlambatan kendaraan dapat terjadi lebih awal.

“Mulai sekarang masyarakat sudah perlu mengantisipasi adanya ketersendatan di sekitar Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Pahlawan. Kami bersama Polres Buleleng tidak melakukan penutupan total, tetapi pengaturan akan menyesuaikan kondisi aktual di lapangan,” katanya.

Dishub Buleleng mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas selama masa persiapan hingga pelaksanaan BulFest. Pengendara juga diminta tidak memarkir kendaraan sembarangan, khususnya di sekitar Catus Pata dan lokasi yang telah ditetapkan sebagai area steril.

Gunawan menegaskan, keberhasilan rekayasa lalu lintas sangat membutuhkan dukungan masyarakat. Kepatuhan terhadap rambu, arahan petugas, serta kesadaran untuk memilih jalur alternatif menjadi bagian penting agar kegiatan BulFest dapat berlangsung meriah tanpa mengganggu kelancaran mobilitas warga.

“Kami berharap masyarakat ikut mendukung pengaturan ini. Kalau semua mengikuti rambu dan petunjuk petugas, arus kendaraan tetap bisa bergerak dan kegiatan BulFest juga dapat berjalan aman, tertib, serta nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *