
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan kolaborasi dalam dunia pendidikan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Tri Pusat Pendidikan khususnya di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng”. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Windu Sabha Budaya, Desa Tejakula, Kamis (30/4).
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tiga pilar utama pendidikan. Menurutnya, ketiganya memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keselarasan dan penguatan antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” tegasnya.
FGD ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kebijakan, serta merumuskan langkah-langkah konkret yang sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya di Kecamatan Tejakula. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi pendidikan daerah.
Dalam arahannya, Wabup Supriatna juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah berperan sebagai regulator, satuan pendidikan sebagai pelaksana, keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter, serta masyarakat dan dunia usaha sebagai pendukung ekosistem pendidikan.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan FGD ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan visi pembangunan daerah melalui konsep Buleleng PATEN (Produktif, Adaptif, Tuntas, Emansipatif, dan Nyata).
“Jangan ragu untuk terus berkoordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Tejakula,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebatas wacana, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan, serta dapat diimplementasikan dalam program nyata.
“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita optimistis masa depan pendidikan Buleleng akan semakin baik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng, Made Sedana, menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai tantangan pendidikan di daerah. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan tenaga pendidik serta masih adanya anak yang tidak melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi.
Sesuai perannya, Dewan Pendidikan memberikan dukungan berupa pemikiran, masukan, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan agar berjalan sesuai dengan regulasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pendidikan yang berkualitas adalah yang mampu berjalan sesuai aturan serta berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara, Camat Tejakula, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Perbekel Tejakula, serta para kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Tejakula.
