Aparatur Desa Se-Buleleng Uji Kompetensi Regulasi, Dorong Tata Kelola Transparan dan Antikorupsi

SHARE

SINGARAJA, SINGARAJANOW, – Kompetensi perangkat desa di Kabupaten Buleleng kembali diuji melalui Lomba Cerdas Cermat bertema “Cerdas Regulasi, Tegas Antikorupsi” yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-422 Kota Singaraja.

Kegiatan yang memasuki babak semifinal dan final ini berlangsung di Aula SMKN 3 Singaraja, Kamis (26/3), dengan menghadirkan sembilan desa terbaik perwakilan masing-masing kecamatan.


Adapun desa yang berlaga di tahap akhir yakni Pelapuan, Sembiran, Jagaraga, Gesing, Tinga-Tinga, Tamblang, Mayong, Nagasepaha, dan Panji. Mereka bersaing menunjukkan pemahaman terkait regulasi pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, serta prinsip-prinsip antikorupsi.


Sebelumnya, seluruh desa di Buleleng telah mengikuti babak penyisihan yang digelar pada 12 Maret 2026 di masing-masing kantor kecamatan. Dari tahapan tersebut, terpilih perwakilan terbaik yang melaju ke tingkat kabupaten.


Bupati Buleleng melalui Asisten I Sekda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa.

Terutama dalam mengelola keuangan desa secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Menurutnya, desa kini memegang peran strategis sebagai subjek pembangunan, sehingga pengelolaan dana desa harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menekankan pentingnya pemahaman regulasi untuk mencegah kesalahan administratif yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
“Transparansi harus menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan desa, bukan lagi dianggap sebagai beban.

Kita ingin desa di Buleleng maju sekaligus bersih dari praktik korupsi,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Buleleng, I Putu Karuna, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa lomba ini menjadi sarana edukasi sekaligus langkah preventif dalam menekan potensi penyimpangan di tingkat desa.


Melalui kegiatan ini, pihaknya mendorong agar setiap perangkat desa memiliki pemahaman yang kuat terhadap tata kelola keuangan yang benar, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi program yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Setiap anggaran yang dikelola harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif dan efisien.


Ke depan, pembinaan dan edukasi kepada aparatur desa akan terus diperkuat guna menanamkan budaya kerja yang berintegritas. Pemenang lomba diharapkan dapat menjadi contoh dalam mewujudkan desa yang transparan dan bebas dari korupsi.