Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Ajak Warga Buleleng Jaga Toleransi

SHARE
Bupati Sutjidra hadir dalam Tawur Kesanga Desa Adat Buleleng di Catur Muka Singaraja, Rabu (28/3)

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang beriringan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat toleransi antar umat beragama di Kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra pun mengajak seluruh masyarakat menjaga keharmonisan di tengah perbedaan yang ada.
Ajakan tersebut disampaikan saat Bupati Sutjidra mengikuti upacara Tawur Kesanga di areal Catus Pata, Rabu (18/3) siang.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan dua hari besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan ini harus dimaknai dengan sikap saling menghormati antar umat.
“Karena Hari Raya Nyepi sekarang hampir bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.


Selain itu, Bupati Sutjidra juga mengimbau umat Hindu agar menjalankan Catur Brata Penyepian dengan tertib dan disiplin demi menjaga kekhidmatan Hari Raya Nyepi. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada umat Muslim serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan.


“Mari kita jaga toleransi dan saling menghargai antar umat yang ada di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.


Sementara itu, Desa Adat Buleleng mengerahkan lebih dari 500 pecalang untuk berjaga secara bergantian di masing-masing banjar adat guna menjaga keamanan selama Nyepi. Kelian Desa Adat Buleleng I Nyoman Sutrisna juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti aturan yang telah disepakati bersama, termasuk imbauan FKUB agar umat Muslim melaksanakan tarawih di masjid masing-masing, sehingga perayaan Nyepi dan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kebersamaan.