Siswa Smanser Raih Medali Emas Kebumian di Udayana Physics Championship 2026
Persiapan Hanya Tiga Hari, Kadek Yogi Suyasa Tampil Gemilang dan Taklukkan Persaingan Kompetisi Tingkat Nasional
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Prestasi membanggakan ditorehkan Kadek Yogi Suyasa, siswa kelas XI.1 SMA Negeri 1 Seririt (Smanser), setelah berhasil meraih Juara I dengan medali emas bidang Kebumian dalam ajang Udayana Physics Championship 2026 tingkat nasional. Pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan siswa Smanser dalam berkompetisi dengan peserta dari berbagai sekolah unggulan, meskipun harus menjalani persiapan dalam waktu relatif singkat.
Kompetisi yang digelar Himpunan Mahasiswa Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana ini dilaksanakan dalam dua tahap. Babak penyisihan berlangsung secara daring pada Jumat (18/9), sedangkan semifinal dan final digelar secara luring pada Minggu (18/10) di Aula FMIPA, Kampus Sudirman, Universitas Udayana.
Keberhasilan Yogi meraih posisi tertinggi tidak terlepas dari kesungguhan dalam belajar dan dukungan pembinaan yang diberikan. Sebelum mengikuti babak penyisihan, Yogi memanfaatkan waktu sekitar tiga hari untuk mempelajari materi Kebumian yang akan diujikan. Setelah berhasil melaju ke semifinal, ia meningkatkan intensitas persiapan bersama pembina dengan memperdalam materi serta berlatih mengerjakan berbagai tipe soal.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam memantapkan pemahaman dan kesiapan Yogi menghadapi persaingan pada babak lanjutan. Dengan waktu belajar yang terbatas, ia mampu memaksimalkan kesempatan yang tersedia hingga akhirnya berhasil membawa pulang medali emas untuk SMA Negeri 1 Seririt.
Pembina Yogi, Putu Eka Setia Dewi, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang berhasil diraih anak didiknya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses belajar, latihan soal secara intensif, dan pendalaman materi yang dilakukan sebelum kompetisi berlangsung.
“Saya merasa bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diperoleh Yogi. Hasil ini sepadan dengan proses yang telah dilalui, mulai dari latihan soal secara intensif hingga pendalaman materi. Semoga pada kompetisi berikutnya Yogi tetap konsisten, mampu mempertahankan prestasinya, dan terus mengembangkan kemampuannya,” ungkapnya.
Prestasi Yogi sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukan menjadi penghalang untuk meraih hasil maksimal apabila diiringi semangat belajar, pendampingan yang tepat, serta dukungan dari lingkungan sekolah. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa Smanser lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, berani mengikuti kompetisi, dan tidak ragu menghadapi tantangan.
Dengan capaian ini, SMA Negeri 1 Seririt kembali menunjukkan potensi siswanya dalam persaingan akademik tingkat nasional. Kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan berbagai pihak diharapkan terus menjadi bekal bagi para siswa untuk meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama sekolah.