
DENPASAR, SINGARAJANOW – Pelaksanaan Utsawa Widyatarka Susastra Bali tingkat Provinsi Bali untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali, yang sebelumnya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng berkoordinasi dengan Disdikpora Kabupaten Buleleng menunjuk SD N 1 Paket Agung. Rabu (6/5)
Kabupaten Buleleng diwakili oleh SD Negeri 1 Paket Agung, Kecamatan Buleleng, yang tampil dengan penuh percaya diri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) berbasis bahasa, aksara, dan sastra Bali tersebut.
SD Negeri 1 Paket Agung sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar di Desa Paket Agung yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi berpendidikan dan berkarakter. Sejak berdiri, sekolah ini terus berkembang dari segi sarana prasarana maupun kualitas tenaga pendidik.
Selain unggul di bidang akademik, sekolah ini juga aktif mengembangkan kegiatan seni budaya, seperti tari Bali, serta pembelajaran bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal.
Dalam jalannya lomba pada sesi III, SDN 1 Paket Agung bersaing dengan SD 4 Padangkerta dari Kabupaten Karangasem dan SD 1 Manistutu dari Kabupaten Jembrana.
Berkat kemampuan menjawab dengan cepat, tepat, dan penuh keyakinan, tim dari Buleleng berhasil menunjukkan performa terbaik hingga memastikan langkah ke babak final.
Ajang Utsawa Widyatarka Susastra Bali sendiri merupakan program strategis DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dalam upaya melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Kegiatan ini juga menjadi implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menitikberatkan pada pelestarian adat, tradisi, seni, dan budaya Bali, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis kearifan lokal.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang edukatif yang memperkuat literasi budaya generasi muda, sekaligus memastikan Bahasa Bali tetap eksis sebagai bahasa ibu di tengah perkembangan zaman.
Made Sulasmini, S.Pd.SD., M.Pd selaku pembina Bahasa Bali di sekolah tersebut menyebutkan,
“Proses anak-anak bisa sampai di titik ini karena semangat belajar yang luar biasa. Mereka memiliki tekad kuat untuk mengajegkan Bahasa Bali. Di sekolah kami rutin melatih, di rumah juga mendapat dukungan dari orang tua, serta adanya sinergi dengan penyuluh. Anak-anak sangat antusias dalam belajar dan melestarikan Bahasa Bali.”
“Ke depan, kami berharap anak-anak dapat terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi babak selanjutnya. Diperlukan bimbingan yang lebih intens serta kerja sama dari orang tua dan seluruh guru di sekolah agar hasil yang dicapai semakin maksimal.”
Nyoman Sukarmen, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng yg juga sebagai Koordinator Utsawa Widyatarka Susastra Bali Kabupaten Buleleng mengatakan
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anak-anak dan guru pembimbing. Mereka telah menunjukkan semangat juang yang tinggi, disertai doa dan usaha yang luar biasa. Ini patut kita apresiasi. Kegiatan ini sangat penting karena menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.”
“Ke depan, dengan adanya wadah yang dimotori oleh PDI Perjuangan bersama stakeholder lainnya, kami berharap pembelajaran Bahasa Bali tetap eksis. Bahasa Bali harus terus hidup sebagai bahasa ibu di daerah kita dan diwariskan kepada generasi muda.”
Ajang ini tidak hanya memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Bali melalui generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai luhur daerahnya.
