19.10.2026

Proyek Drainase Jalan Tasbih Berlanjut, Komisi II DPRD Buleleng Jembatani Kepentingan PKL

0
IMG-20261006-WA0079

Hasil turun lapangan menyepakati pengerjaan saluran dilakukan bertahap dengan memastikan pedagang tetap berjualan

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Proyek pembangunan drainase dan penataan kota di kawasan Jalan Tasbih, Buleleng, dipastikan tetap berjalan tanpa harus memindahkan para pedagang kaki lima (PKL). Komisi II DPRD Buleleng turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemantauan dilakukan Selasa (6/10/2026), menyusul adanya keluhan dari para PKL di kawasan Jalan Tasbih dan sekitarnya yang sebelumnya disampaikan kepada DPRD Buleleng. Komisi II juga menjalankan arahan pimpinan DPRD untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang berkembang di lapangan.

Ketua Komisi II DPRD Buleleng Wayan Masdana memimpin langsung peninjauan tersebut. Ia didampingi Kabag Humas Luh Suma Intari dan melibatkan jajaran Dinas PUPRPERKIM Kabupaten Buleleng serta perwakilan PD Pasar Argha Nayotama.

Pertemuan dan pemantauan tersebut diarahkan untuk mencari titik temu antara kebutuhan pembangunan infrastruktur dengan kepentingan pedagang yang menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan tersebut.

Dari hasil koordinasi, disepakati bahwa pembangunan saluran irigasi/drainase dilakukan secara bertahap. Skema tersebut diharapkan membuat pekerjaan tetap berlangsung sekaligus memberi ruang bagi PKL untuk menjalankan usahanya.

“Berdasarkan koordinasi bersama Dinas PU dan PD Pasar, dipastikan bahwa para pedagang atau PKL di lokasi ini tidak direlokasi. Pengerjaan saluran irigasi akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas usaha pedagang tetap berjalan,” ujar Wayan Masdana.

Masdana meminta para pedagang dan koordinator PKL ikut menjaga kelancaran pekerjaan dengan bersikap kooperatif terhadap pelaksanaan teknis di lapangan.

Hal senada disampaikan Koordinator PKL I Wayan Pasek. Bersama para pedagang, ia menyatakan siap mendukung pengerjaan proyek dan kooperatif terhadap kegiatan teknis yang dilakukan petugas, termasuk pekerjaan dengan alat berat maupun pengerjaan secara manual.

DPRD Buleleng melalui Komisi II juga memastikan akan tetap menjadi penghubung antara para pedagang, dinas teknis, PD Pasar dan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar setiap persoalan yang muncul selama proyek berlangsung dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi.

Hasil peninjauan ini selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam koordinasi dengan pihak terkait. Harapannya, pembangunan drainase dan penataan kota tetap berjalan sesuai rencana tanpa menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *