19.10.2026

Pra-Porprov 2026 Jadi Panggung Pemetaan Atlet Buleleng Menuju Porprov Bali XVII

0
image

KONI Buleleng siapkan pemetaan atlet berbasis hasil pertandingan, pembinaan berkelanjutan, dan target ganda sebagai tuan rumah sekaligus peraih prestasi

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Persiapan Kabupaten Buleleng menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII 2027 mulai memasuki tahap pemetaan kekuatan atlet. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menjadikan Pra-Porprov Buleleng 2026 sebagai salah satu instrumen untuk melihat potensi atlet, mengevaluasi hasil pembinaan, sekaligus menyusun proyeksi kekuatan daerah menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pra-Porprov Buleleng 2026 resmi dibuka Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, di Lapangan Tenis Bhuwana Patra Singaraja, Rabu (9/9). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Desember 2026 ini melibatkan 48 Pengkab cabang olahraga serta sembilan Koordinator KONI Kecamatan se-Buleleng.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan Pra-Porprov dirancang bukan sekadar sebagai arena kompetisi untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga yang dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pertandingan yang berlangsung dalam Pra-Porprov dapat memberikan gambaran lebih objektif mengenai kemampuan atlet maupun kekuatan masing-masing cabang olahraga. Data dan hasil tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus menentukan atlet yang memiliki prospek untuk diproyeksikan menuju Porprov Bali XVII 2027.

“Pra-Porprov bukan sekadar pertandingan atau seleksi untuk mencari juara. Ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet, mengevaluasi pembinaan, memetakan kekuatan masing-masing cabang olahraga, dan menemukan potensi yang bisa dipersiapkan menuju prestasi lebih tinggi,” ujar Supriatna.

Ia menjelaskan, hasil Pra-Porprov nantinya menjadi salah satu bahan dalam menyusun pemetaan atlet bayangan Buleleng. Langkah tersebut dinilai penting agar proses persiapan menuju Porprov 2027 tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan pembinaan yang jelas dan berkesinambungan.

“Prestasi tidak lahir dalam satu hari. Karena itu, proses pembinaan harus konsisten. Atlet dipersiapkan, pelatih ditingkatkan kapasitasnya, organisasi diperkuat, dan pembinaan semakin didukung data serta tata kelola yang baik,” katanya.

Supriatna menambahkan, posisi Buleleng sebagai salah satu daerah yang akan menjadi bagian dari penyelenggaraan Porprov Bali XVII 2027 membawa tanggung jawab tersendiri. Karena itu, keberhasilan sebagai tuan rumah harus dibarengi dengan kesiapan kontingen untuk bersaing dan menghasilkan prestasi.

Sementara itu, Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, meminta seluruh jajaran cabang olahraga memanfaatkan Pra-Porprov sebagai momentum untuk mengukur sejauh mana perkembangan atlet yang selama ini dibina. Ia menegaskan, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran, tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

“Jadikan Pra-Porprov ini sebagai ruang untuk mengukur kemampuan, memetakan kekuatan, mengevaluasi pembinaan, dan menemukan atlet-atlet potensial Buleleng,” tegas Sutjidra.

Sutjidra juga mengingatkan agar proses pencarian dan pembinaan atlet tidak hanya bertumpu pada nama-nama yang sudah memiliki prestasi. Atlet muda yang memiliki kemampuan, kemauan belajar, disiplin, dan semangat berkompetisi harus diberikan kesempatan untuk berkembang.

“Berikan kesempatan kepada mereka yang muda, berikan ruang kepada mereka yang mau bekerja keras, dan berikan pembinaan kepada mereka yang memiliki semangat untuk membawa nama Buleleng,” ujarnya.

Pembukaan Pra-Porprov Buleleng 2026 juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Sutjidra berharap Haornas tidak sekadar menjadi agenda seremonial setiap tahun, tetapi mampu menjadi momentum untuk semakin membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

Menurutnya, olahraga memiliki manfaat yang luas, bukan hanya untuk mengejar prestasi. Aktivitas olahraga juga berperan dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, memiliki karakter, percaya diri, serta mampu menghadapi berbagai tantangan.

Untuk mencapai prestasi olahraga, kata Sutjidra, diperlukan proses panjang yang tidak bisa dilewati secara instan. Latihan yang konsisten, kedisiplinan, kerja keras, evaluasi, serta mental untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet.

Dalam menghadapi Porprov Bali XVII 2027, Sutjidra menegaskan Buleleng harus mampu mengejar dua sasaran secara bersamaan, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Menurutnya, kedua target tersebut harus dipersiapkan sejak jauh hari.

“Jangan sampai kita hanya sukses menjadi tuan rumah, tetapi gagal dalam prestasi. Sebaliknya, jangan pula kita hanya mengejar prestasi, tetapi mengabaikan kualitas penyelenggaraan. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.

Pemkab Buleleng, lanjut Sutjidra, berkomitmen memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga sesuai kemampuan daerah dan ketentuan yang berlaku. Dukungan tersebut mencakup penguatan fasilitas olahraga, pembinaan atlet dan pelatih, serta berbagai dukungan lain yang dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang semakin baik.

Ia juga mengajak para atlet dan pelatih membangun rasa bangga sebagai “Patriot Buleleng”. Menurutnya, ketika seorang atlet bertanding membawa nama daerah, yang dibawa bukan hanya kepentingan pribadi, tetapi juga nama keluarga, klub, cabang olahraga, Kabupaten Buleleng, hingga Bali.

“Ketika bertanding, tanamkan rasa bangga sebagai Patriot Buleleng. Kalian membawa nama keluarga, klub, cabang olahraga, Buleleng, bahkan Bali. Karena itu, berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan junjung tinggi sportivitas,” pesannya.

KONI Buleleng berharap pelaksanaan Pra-Porprov 2026 mampu menghasilkan gambaran yang lebih terukur mengenai kekuatan olahraga Buleleng. Hasil tersebut selanjutnya menjadi pijakan untuk memperbaiki kekurangan, mengembangkan potensi atlet muda, serta menyusun strategi pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Dengan demikian, Pra-Porprov tidak berhenti pada pencatatan hasil pertandingan, tetapi menjadi bagian dari proses panjang membangun kekuatan olahraga Buleleng. “Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan dan menemukan talenta-talenta yang bisa menjadi kekuatan Buleleng pada Porprov Bali XVII 2027,” tutup Sutjidra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *