Pemkab Buleleng Dorong Penguatan Bank BPD Bali untuk Percepat Pembangunan Daerah
Wabup Supriatna tekankan pentingnya sinergi perbankan dan pemerintah daerah, terutama dalam memperluas layanan digital serta pembiayaan sektor prioritas
DENPASAR, SINGARAJANOW – Penguatan peran Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) menjadi salah satu perhatian dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menghadiri rapat pembahasan agenda strategis pengembangan Bank BPD Bali di Ruang Rapat Wijaya Kusuma Lantai III Kantor Pusat Bank BPD Bali, Kawasan Renon, Denpasar, Rabu (9/9).
Rapat yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster, tersebut membahas arah pengembangan kapasitas bisnis Bank BPD Bali melalui Corporate Plan 2026-2030. Pembahasan juga menjadi bagian dari proses penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk periode 2027-2029.
Forum strategis tersebut menjadi ruang untuk menyatukan pandangan pemerintah daerah bersama jajaran Bank BPD Bali mengenai arah pengembangan bank pembangunan daerah agar semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dinamika perekonomian Bali.
Sejumlah strategi penguatan bisnis menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kualitas dan jangkauan layanan digital, pengembangan ekspansi usaha, hingga optimalisasi peran Bank BPD Bali dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan Bali.
Kabupaten Buleleng menjadi salah satu wilayah yang diharapkan dapat memperoleh manfaat lebih besar dari penguatan peran tersebut. Dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang semakin mudah diakses dinilai penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, dunia usaha, serta sektor-sektor produktif di daerah.
Wabup Gede Supriatna menyampaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan dukungan terhadap langkah pengembangan Bank BPD Bali. Menurutnya, keberadaan bank pembangunan daerah memiliki posisi strategis karena tidak hanya berorientasi pada aktivitas bisnis, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat mendukung pengembangan Bank BPD Bali. Kami berharap penguatan ini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu mendukung kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Supriatna.
Ia menambahkan, hubungan antara pemerintah daerah dan Bank BPD Bali perlu terus diperkuat melalui sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut penting agar berbagai program pembangunan dapat memperoleh dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank BPD Bali harus terus ditingkatkan. Dengan kolaborasi yang baik, program pembangunan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Supriatna, perkembangan teknologi juga menuntut sektor perbankan untuk terus beradaptasi. Peningkatan layanan digital tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Selain itu, ekspansi bisnis Bank BPD Bali diharapkan tetap diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif. Pembiayaan bagi pelaku usaha, sektor ekonomi masyarakat, serta berbagai sektor prioritas lainnya perlu terus diperkuat sehingga perbankan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembahasan Corporate Plan 2026-2030 dan RBB 2027-2029 diharapkan menghasilkan arah pengembangan Bank BPD Bali yang adaptif terhadap perubahan, memiliki daya saing, serta mampu menjaga kesehatan dan keberlanjutan bisnis.
Penguatan permodalan juga menjadi bagian penting agar Bank BPD Bali memiliki kapasitas yang semakin baik dalam menjalankan fungsi sebagai bank pembangunan daerah. Dengan kapasitas yang kuat, ruang kontribusi terhadap pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Bali juga diharapkan semakin besar.
Supriatna berharap pengembangan Bank BPD Bali ke depan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana Bank BPD Bali dapat terus tumbuh secara sehat dan kuat, sekaligus semakin hadir untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah,” katanya.
Langkah pengembangan tersebut diharapkan mampu menjadikan Bank BPD Bali semakin responsif terhadap tantangan ekonomi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat memperkuat koordinasi untuk memastikan berbagai peluang kerja sama dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan disusunnya Corporate Plan 2026-2030 dan RBB 2027-2029, Bank BPD Bali diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman, memperkuat kapasitas dan permodalan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperbesar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Direksi Bank BPD Bali, para Bupati/Wali Kota se-Bali, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.