
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Gerakan kebersihan lingkungan melalui “Kulkul PKK dan Posyandu” kembali digelar, kali ini dipusatkan di Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Minggu (3/5) pagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA ini melibatkan unsur pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, BPD, serta masyarakat setempat.

PLT Camat Sukasada, Komang Budiarsana, SE, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari berbagai regulasi terkait pengelolaan sampah di Bali.
Di antaranya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Buleleng Nomor B.400.14.1.1/6613/PPKLH-DLH/X/2025.

“Kulkul Posyandu ini adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap awal bulan sebagai bentuk nyata implementasi kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Seluruh desa bersama kader Posyandu turun langsung melakukan bersih-bersih di fasilitas umum, sekolah, kantor, hingga sepanjang jalan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya melakukan pembersihan lingkungan, tetapi juga melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah plastik dikumpulkan, ditimbang, dan disalurkan ke bank sampah, sedangkan sampah organik dikelola melalui teba modern atau dibawa ke TPS3R.
“Kami ingin membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah. Sampah non-organik seperti plastik bisa didaur ulang atau disetor ke bank sampah, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan.
Ini bagian dari penerapan prinsip 3R, yaitu reuse, reduce, dan recycle,” jelasnya.Lebih lanjut, pada bulan Mei ini kegiatan juga dirangkaikan dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. Selama satu bulan penuh, masyarakat didorong melaksanakan gotong royong secara tematik, mulai dari pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan, pembersihan saluran air, hingga kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan.

“Melalui Bulan Bhakti Gotong Royong, kita dorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan keswadayaan. Berbagai kegiatan dilaksanakan sesuai kebutuhan desa, sehingga pembangunan bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Budiarsana juga menyampaikan bahwa program Kulkul Posyandu telah berjalan sejak awal tahun 2026 dengan sistem roadshow ke seluruh desa di Kecamatan Sukasada. Dimulai dari Desa Pancasari pada Januari, Sambangan pada Februari, Ambengan pada Maret, dan berlanjut hingga Desa Kayuputih pada Mei.
“Kami menyasar seluruh 15 desa dan kelurahan. Tim kecamatan kami bagi agar kegiatan bisa berjalan serentak, termasuk melibatkan ASN untuk ikut gotong royong di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya berharap gerakan ini dapat terus berkelanjutan dan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Harapan kami, gerakan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut. Masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah dari sumbernya, dan hanya membuang sampah yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan ke TPA,” tandasnya.
