19.10.2026

KKN IAHN Mpu Kuturan 2026 Didorong Hadirkan Pengabdian Nyata dan Berdampak bagi Desa

0
image

Mahasiswa diajak menggali potensi desa, mengimplementasikan ilmu sesuai bidang keahlian, serta membangun kolaborasi berlandaskan Tri Hita Karana.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja Tahun 2026 diarahkan untuk menghadirkan pengabdian yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Melalui tema “Akselerasi KKN Berdampak melalui Pemuliaan Desa Kerti Bali Sejahtera Berlandaskan Tri Hita Karana”, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menggali potensi serta mendukung pembangunan desa.

Ketua Panitia KKN IAHN Mpu Kuturan Tahun 2026, Bayu Anggara, S.H., M.H., mengatakan tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan, memahami kondisi desa, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat berdasarkan nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

“Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menggali potensi desa, memahami kebutuhan masyarakat, serta membangun kolaborasi yang berlandaskan nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujarnya.

Bayu juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik institusi, serta menghormati adat dan kearifan lokal di lokasi pengabdian. Komunikasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, perbekel, perangkat desa, dan seluruh komponen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran program KKN.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi dari sejauh mana keberadaan mereka mampu memberikan arti dan manfaat.

“KKN bukan sekadar hadir di tengah-tengah masyarakat, tetapi bagaimana kehadiran kita nanti mampu memberikan arti. Datanglah dengan kerendahan hati, belajarlah dengan ketulusan, dan pulanglah dengan meninggalkan kenangan serta manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan nilai Tri Kaya Parisudha yang sejalan dengan visi institusi dalam membentuk lulusan yang unggul, bermartabat, dan berkarakter. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, menghadirkan program-program yang bermanfaat, serta menjalankan pengabdian sesuai dengan program studi dan bidang keilmuan masing-masing.

Menurutnya, kegiatan KKN hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan program yang bersifat administratif atau fisik semata. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai kompetensi akademik sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

Dukungan terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Ia menyebut kehadiran mahasiswa IAHN Mpu Kuturan dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Menurut Supriatna, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan kepada desa untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Dalam konteks tersebut, pembangunan berbasis desa membuka ruang bagi pengembangan dan pelestarian budaya, penguatan kearifan lokal, serta pemanfaatan karakteristik dan keunggulan desa untuk menciptakan nilai tambah.

“Bersama seluruh komponen desa, mahasiswa KKN dapat berperan dalam menggali dan mengembangkan potensi desa untuk mewujudkan tujuan pembangunan desa. Dengan pendekatan akademik dan ilmiah, mahasiswa dapat masuk pada ruang-ruang desa yang unik dan khas, serta belajar bersama secara langsung dalam kehidupan masyarakat desa,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan KKN 2026, mahasiswa diharapkan mampu membangun pengabdian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah desa. Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong desa yang berdaya, berkarakter, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *