Bulan Bahasa Bali 2026 di Buleleng Diisi Enam Kategori Lomba
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng akan menggelar Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 dengan menyelenggarakan enam kategori lomba yang […]
News Portal Netizen
News Portal Netizen
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng akan menggelar Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 dengan menyelenggarakan enam kategori lomba yang […]
SINGARAJA, SINGARAJANOW,– Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi di Kecamatan Gerokgak dalam kondisi terkendali. […]
SiNGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya menjaga kelestarian hutan desa seluas lebih dari 128 […]
SINGARAJA, SINGARAJANOW,– DPRD Kabupaten Buleleng melalui Komisi II dan Komisi III menegaskan pentingnya penerapan sistem reward dan punishment dalam Rancangan […]
SINGARAJA, SINGARAJANOW, – Pemerintah Kabupaten Buleleng menambah ruang operasi di RSUD Buleleng untuk mengatasi tingginya antrean tindakan bedah. Langkah ini […]
SINGARAJA, SINGARJANOW,- Jumat 23 Januari 2026,Jajaran kader dan pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menggelar aksi bertajuk “Merawat Pertiwi” […]
Pemanfaatan digitalisasi dalam penerapan pemerintahan yang akuntabel, efektif dan efisien telah lama dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng guna meningkatkan pelayanan kepada […]
Wacana pemindahan penegakan Hari Raya Suci Nyepi keTilem Kesanga kembali mencuat ke ruang publik. Sekilas, gagasan ini terdengar seperti upaya “pengembalian ke tradisilama”. Namun jika ditelaah secara akademik melalui perspektif wariga, sastra agama, dan sejarah keputusan keagamaan Hindu Bali wacana tersebut justru bertentangan dengan fondasi tradisiitu sendiri. Apa yang diklaim sebagai “tradisi lama” sesungguhnya adalah fragmen tafsir singkat dalam sejarah, bukan struktur tradisi Hindu Bali yang utuh dan berkesinambungan. Dalam seluruh sistem wariga Bali klasik, Tilem Kesangatidak pernah diposisikan sebagai hari Nyepi. Tilem Kesangaadalah rahina Tawur Kesanga, puncak Bhuta Yadnya, saat Bhuta Kala dipralina dan diseimbangkan melalui caru dan tawur. Sementara itu, Nyepi secara konsisten ditempatkan seharisetelahnya, pada Penanggal Apisan Sasih Kedasa, sebagai haribrata, tapa, dan yoga spiritual. Menyamakan Tawur Kesangadengan Nyepi merupakan kesalahan konseptual serius yang mengaburkan batas antara ritus kosmik (Bhuta Yadnya) […]
Singaraja, SINGARAJANOW.COM- Setelah sekian lama absen dari ajang Wimbakara Tari Barong Ket dalam Pesta Kesenian Bali (PKB), Buleleng akhirnya tampil […]
