Antrean BBM Mengular di Buleleng, Pasokan dari Depo Manggis Tersendat
Sejumlah warga harus mendatangi beberapa SPBU sebelum mendapatkan bahan bakar. Disdagperinkop UKM Buleleng menyebut antrean dipicu keterlambatan distribusi dan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (13/10/2026). Kondisi ini diduga berkaitan dengan keterlambatan pasokan dari Depo Manggis, Karangasem, yang menyebabkan pengiriman BBM ke sejumlah SPBU belum terpenuhi secara maksimal.
Salah satu antrean terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja. Kendaraan yang hendak mengisi BBM mengular hingga sekitar 20 meter di jalan raya. Sejumlah warga mengaku harus menunggu cukup lama, bahkan berkeliling ke beberapa SPBU untuk mendapatkan bahan bakar.
Suanda (61), warga Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, mengaku telah mengantre sejak pukul 07.00 Wita. Ia membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas berbelanja kebutuhan dagangan di pasar. Namun, sebelum tiba di SPBU Gajah Mada, ia telah mendatangi tiga SPBU lainnya.
“Di mana-mana antre. Saya sudah ke tiga SPBU, di Kubutambahan, Sangsit, dan Penarukan,” kata Suanda.
Pengalaman serupa dialami Nengah, warga Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng. Ia mengaku sudah menunggu sekitar satu jam untuk mengisi BBM bagi mobil yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tangki yang telah kosong membuatnya harus segera mendapatkan bahan bakar.
“Sudah sekitar satu jam mengantre. Mobil saya sudah tidak ada bensin sama sekali. Ini mobil saya pakai sehari-hari,” ujar Nengah.
Di sisi lain, Pengurus SPBU Gajah Mada, Wayan Suantara, menjelaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pemesanan BBM setiap hari. Akan tetapi, jumlah pasokan yang diterima tidak selalu sesuai dengan permintaan karena pengiriman dari depo belum sepenuhnya terealisasi.
“Kami pesan setiap hari. Cuma belum ada pengiriman, mungkin di depo terhalang kedatangan minyaknya. Kami sudah pesan, tetapi belum dikirim,” ungkap Suantara.
Ia menyebutkan, SPBU Gajah Mada memesan Pertalite hingga 16 kiloliter (KL) dan Pertamax sebanyak 8 KL. Namun, realisasi pengiriman terkadang hanya mencapai 8 KL untuk pesanan yang lebih besar. Jumlah pasokan yang diterima bergantung pada ketersediaan dan distribusi dari depo.
“Kadang kita pesan 16 KL, tetapi yang datang 8 KL. Kadang 16 KL, tergantung pengiriman dari depo,” jelasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disdagperinkop) UKM Kabupaten Buleleng melakukan pemantauan terhadap empat SPBU. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pasokan dan distribusi BBM sekaligus memastikan situasi di lapangan setelah muncul antrean kendaraan di sejumlah lokasi.
Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi SPBU relatif normal, meskipun antrean masih terlihat. Menurutnya, persoalan yang terjadi berkaitan dengan keterlambatan pasokan dari Depo Manggis, Karangasem, selama dua hari terakhir sehingga distribusi BBM ke sejumlah SPBU belum berjalan maksimal.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Tidak ada kelangkaan, hanya gangguan dari sisi pasokan dan distribusi. Beli BBM sesuai kebutuhan, jangan berlebihan,” tegas Dewa Made Sudiarta.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pembelian sesuai kebutuhan dinilai penting untuk menghindari lonjakan permintaan yang berpotensi memperpanjang antrean di SPBU.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama warga yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan usaha sehari-hari. Karena itu, kelancaran pengiriman dari depo menjadi salah satu faktor penting agar pelayanan BBM di SPBU kembali berjalan optimal dan antrean kendaraan berangsur normal.