Final Penuh Kejutan, Amartha FC Juara Bupati Cup 2026 Setelah Tekuk Teja Harum
Teja Harum Sempat Unggul 2-1, Gol Dani, Adrian, dan Arya Antar Amartha FC Menang 4-2

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Final Bupati Cup 2026 menghadirkan persaingan yang menarik ketika Teja Harum mampu membalikkan keunggulan awal Amartha FC sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 2-4. Pertandingan yang digelar di Stadion Mayor Metra, Kamis (22/10/2026), itu memastikan Amartha FC menjadi kampiun turnamen Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.
Hasil pertandingan tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan kedua tim. Amartha FC yang lebih dahulu mencetak gol harus bekerja keras untuk kembali mengambil kendali permainan setelah Teja Harum menciptakan dua gol balasan pada babak pertama.
Laga baru berjalan dua menit ketika Dani membawa Amartha FC unggul 1-0. Keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Teja Harum menyamakan skor pada menit kesembilan melalui Andik, memanfaatkan kegagalan kiper Dio Mahayoga mengamankan bola.
Empat menit berselang, Andik kembali mencetak gol. Kali ini, ia memaksimalkan umpan Marta untuk membawa Teja Harum berbalik unggul 2-1.
Amartha FC merespons situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya terlihat pada menit ke-16 saat Dani menyundul bola hasil sepak pojok untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol itu sekaligus menjadi koleksi kelima Dani sepanjang kompetisi dan mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbanyak Bupati Cup 2026.
Menjelang jeda pertandingan, Amartha FC kembali memimpin. Adrian mencetak gol ketiga pada menit ke-39 setelah menyambar bola pantul dari tendangan Holil yang mengenai tiang gawang.
Memasuki paruh kedua, Teja Harum berusaha membangun serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, peluang yang diperoleh belum mampu menghasilkan gol. Sebaliknya, Amartha FC semakin menjauh setelah Arya mencetak gol pada menit ke-83 melalui penyelesaian umpan lambung. Keunggulan 4-2 bertahan sampai pertandingan selesai.
Manajer Amartha FC, Putu Hedy Citrawan, mengungkapkan bahwa timnya sempat kehilangan semangat setelah kebobolan dua gol. Ia menilai hasil pertemuan sebelumnya di Grup A, ketika Amartha FC menang mudah atas Teja Harum, kemungkinan membuat pemain kurang waspada menghadapi pertandingan final.
“Setelah tertinggal, kami beri motivasi agar menambah gol. Karena pressing tinggi dan semangat, kami bisa jadi jawara,” ungkap Hedy.
Ia menambahkan, respons pemain setelah tertinggal menjadi salah satu kunci kemenangan. Menurutnya, tim perlu mempertahankan fokus dan tidak menganggap remeh lawan, terlepas dari hasil pertemuan sebelumnya.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menilai pertandingan final memberikan pelajaran penting mengenai perkembangan sebuah tim dalam kompetisi. Ia menyoroti Teja Harum yang mampu menunjukkan peningkatan performa meski sebelumnya mengalami kekalahan 1-6 dari tim asal Desa Patas pada laga perdana Bupati Cup.
Bagi Suyasa, perubahan tersebut menjadi gambaran bahwa kesempatan bertanding dapat membantu pemain mengembangkan kemampuan dan membangun mental kompetitif. Oleh sebab itu, hasil turnamen perlu dilihat secara menyeluruh, bukan semata-mata berdasarkan kemenangan atau kekalahan.
“Pemain yang akan disaring oleh PSSI Buleleng lewat tim pemandu bakat, diharapkan bisa menaikkan grade skill, mental, dan fisik,” jelas Suyasa yang juga menjabat Sekda Buleleng.
Ia menyebutkan, PSSI Buleleng akan menggunakan hasil pemantauan tim pemandu bakat untuk mengidentifikasi pemain yang berpotensi masuk skuad Porprov Bali 2027. Selain keterampilan teknis dan kekuatan mental, kondisi fisik juga menjadi perhatian karena sejumlah pemain mengalami kram selama turnamen berlangsung.
Setelah kompetisi Pra Porprov berakhir, tim pemandu bakat akan menyerahkan daftar pemain yang dinilai layak dipertimbangkan untuk memperkuat tim inti sepak bola Buleleng. Para pemain tersebut selanjutnya diharapkan menjalani persiapan yang lebih terarah guna menghadapi persaingan pada Porprov Bali 2027.
Gelar juara Amartha FC menjadi penutup positif Bupati Cup 2026. Di sisi lain, persaingan yang ditunjukkan Teja Harum dan tim-tim peserta lainnya menjadi bahan evaluasi bagi PSSI Buleleng untuk meningkatkan kualitas pembinaan, sehingga proses pencarian pemain potensial dapat menghasilkan skuad yang tangguh dan siap menghadapi kompetisi tingkat provinsi.