19.10.2026

Kader Perempuan Buleleng Didorong Aktif Menjawab Persoalan Masyarakat

0
image

DPC PDI Perjuangan Kab. Buleleng menilai penguatan kader hingga tingkat ranting dan PAC penting di tengah tantangan regenerasi perempuan muda.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Penguatan jaringan kader perempuan hingga tingkat bawah menjadi salah satu perhatian DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng. Kader perempuan tidak hanya diharapkan aktif dalam struktur organisasi, tetapi juga mampu hadir dan mengambil peran ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Koordinasi Bidang Perempuan DPC PDI Perjuangan Buleleng di Wisma PLN Candi Kuning, Bedugul, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar ratusan kader perempuan dari DPC dan PAC se-Kabupaten Buleleng, termasuk Gatriwara, simpatisan, dan kader partai.

Menurut Supriatna, keterwakilan perempuan dalam struktur PDI Perjuangan Buleleng sudah terpenuhi dari tingkat ranting, PAC hingga DPC. Namun, persoalan berikutnya adalah bagaimana memastikan regenerasi tetap berjalan, khususnya dalam menjaring perempuan dari kalangan generasi muda.

Ia mengatakan, mobilitas generasi muda menjadi salah satu faktor yang membuat proses regenerasi tersebut tidak mudah. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, banyak anak muda Buleleng memilih melanjutkan kuliah atau bekerja di luar daerah.

“Untuk merekrut kader perempuan dari generasi yang lebih muda, generasi milenial, ini agak kesulitan. Setelah melanjutkan tingkat SMA, mereka banyak keluar kabupaten, ada yang kuliah ke Denpasar maupun langsung bekerja ke luar daerah,” ujarnya.

Karena itu, Supriatna menilai kader dan simpatisan perempuan yang sudah aktif di wilayah masing-masing memiliki posisi penting. Mereka diharapkan tetap bergerak di desa dan kecamatan, sekaligus ikut membantu masyarakat menghadapi persoalan yang muncul di lingkungannya.

“Keberadaan mereka sangat penting saat ini. Kita harapkan mereka terus bergerak,” imbuh politisi asal Desa Tejakula ini.

Selain penguatan di internal daerah, Supriatna berharap DPP PDI Perjuangan lebih intens turun ke daerah. Kehadiran pengurus pusat, menurutnya, dapat memberikan penguatan ideologi sekaligus membangun motivasi bagi kader yang berada di tingkat ranting dan PAC.

“Hal-hal seperti ini kita harapkan terus dilaksanakan agar kader-kader, khususnya di tingkat ranting maupun PAC mendapatkan motivasi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, memperkenalkan program Perempuan Penggerak Akar Rumput (PPAR). Program tersebut menjadi salah satu agenda penguatan perempuan yang dikembangkan bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan. Program serupa juga telah dikembangkan melalui skema Training of Trainer di sejumlah daerah pada 2026.

Bintang menjelaskan, PPAR diarahkan agar perempuan memiliki keberanian untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi sekaligus mampu menggerakkan masyarakat di lingkungannya. Sebelum dikembangkan lebih luas, program tersebut telah melalui FGD dengan melibatkan akademisi dan aktivis perempuan serta tahap uji coba.

“Pelatihan yang kita lakukan di tingkat DPD itu adalah pelatihan para pelatih. Mereka siap menjadi pelatih yang akan menggerakkan di kabupatennya masing-masing,” kata Bintang.

Menurut Bintang, perempuan memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat sehingga penguatan di tingkat akar rumput perlu dilakukan secara berkelanjutan. Perempuan, kata dia, tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan diberi ruang untuk ikut berkontribusi.

“Penguatan perempuan di akar rumput penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat,” imbuh Bintang Puspayoga.

Terkait regenerasi kader perempuan muda yang menjadi perhatian DPC Buleleng, Bintang menyebut persoalan kesempatan kerja di daerah juga perlu mendapat perhatian. Menurutnya, tersedianya lapangan pekerjaan di daerah dapat membuka ruang bagi anak muda untuk tetap tinggal dan berkarya di daerah asal.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk menggali persoalan yang dihadapi perempuan di Kabupaten Buleleng. Kita akan berlanjut dengan penguatan kader dan pendampingan di tingkat akar rumput,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *