19.10.2026

Bichito Coffee Jadikan Turnamen Esports sebagai Panggung Tumbuhnya Talenta Muda Buleleng

0
IMG_20260927_183017_058


Dukungan terhadap esports tidak hanya membuka ruang kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya bibit atlet yang dapat dipersiapkan menuju Porprov Bali 2027.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Perkembangan esports di Kabupaten Buleleng semakin mendapat ruang di tengah tumbuhnya komunitas gamers, termasuk kalangan pelajar. Kondisi tersebut turut mendorong pelaku usaha lokal untuk mengambil bagian dengan menyediakan tempat dan panggung bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan maupun talenta di bidang esports.

Pemilik Bichito Coffee, Wayan Sudira, mengatakan keterlibatan Bichito Coffee dalam turnamen esports merupakan bentuk dukungan untuk memberikan ruang kepada para gamers agar kemampuan mereka dapat berkembang melalui kompetisi yang terarah. Menurutnya, esports saat ini telah berkembang menjadi bagian dari olahraga yang memiliki wadah dan pembinaan. Minggu (27/9)

“Peran Bichito dalam turnamen ini adalah memberikan ruang kepada adik-adik yang memiliki ketertarikan bermain game sport. Esports, salah satunya Mobile Legends, sekarang sudah menjadi sesuatu yang bergengsi dan telah masuk dalam kategori olahraga di bawah naungan KONI,” ujar Wayan Sudira.

Ia menilai keberadaan panggung kompetisi menjadi penting karena dapat menjadi titik awal bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan. Bichito Coffee, kata dia, berupaya mengambil bagian dengan menyediakan tempat bagi komunitas esports untuk menggelar pertandingan sekaligus mengasah kemampuan para pemain.

“Kami bersedia menjadi bagian dari kegiatan esports ini. Saya ingin memberikan ruang, karena ruang itu sangat diperlukan. Sebuah panggung kami berikan kepada mereka untuk melakukan turnamen. Siapa tahu dari panggung kecil Bichito ini nantinya bisa menelurkan bibit-bibit atau atlet esports yang kemudian mampu berkiprah sampai ke panggung nasional,” katanya.

Menurut Wayan, perkembangan komunitas esports di Buleleng saat ini sudah semakin terlihat dan menjangkau berbagai kalangan. Bahkan, esports mulai mendapatkan tempat dalam lingkungan pendidikan. Ia mencontohkan SMP Negeri 1 Singaraja yang telah menjadikan Mobile Legends sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

“Perkembangan komunitas esports di Buleleng sangat komprehensif dan semakin dikenal. Salah satunya di sekolah-sekolah seperti SMP Negeri 1 Singaraja yang sekarang memiliki ekstrakurikuler esports Mobile Legends,” ungkapnya.

Dukungan Bichito Coffee terhadap esports juga diwujudkan melalui keberadaan Tim Bichito Esport. Tim tersebut disebut telah mengikuti sejumlah kompetisi di luar Buleleng dan berhasil meraih beberapa prestasi. Dalam turnamen yang berlangsung di Bichito Coffee kali ini, tim tersebut juga berhasil melaju ke babak final.

“Bichito juga memiliki tim sendiri, namanya Tim Bichito Esport. Mereka sudah beberapa kali berkompetisi ke luar wilayah Buleleng dan sudah sekitar tiga kali meraih juara. Dalam event kali ini pun Tim Bichito masuk final,” jelasnya.

Wayan juga melihat perubahan cara pandang terhadap aktivitas bermain game. Menurutnya, esports tidak semata-mata menjadi aktivitas hiburan, melainkan dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan berbagai hal positif apabila diarahkan melalui kompetisi dan pembinaan yang tepat.

“Esports ini bukan hanya hiburan. Ini merupakan kegiatan yang bisa menumbuhkan hal-hal positif. Dulu gamers sering dianggap hanya bermain game di gadget tanpa arah. Sekarang aktivitas tersebut sudah mendapatkan apresiasi, bahkan bisa dipertandingkan dan diakui sebagai bagian dari olahraga,” ujarnya.

Momentum tersebut dinilai semakin penting karena esports akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Bali 2027, saat Kabupaten Buleleng menjadi tuan rumah. Kondisi ini membuka peluang bagi para pemain lokal untuk mempersiapkan diri lebih serius melalui berbagai turnamen dan kompetisi.

Dari sisi penyelenggaraan, Wayan menyebut antusiasme pengunjung terhadap turnamen esports di Bichito Coffee cukup baik. Peserta juga tidak hanya berasal dari wilayah Kota Singaraja, tetapi datang dari sejumlah kecamatan di Buleleng, seperti Gerokgak dan Sawan. Pada event sebelumnya, bahkan terdapat tim dari Kabupaten Jembrana yang datang untuk mengikuti kompetisi di Buleleng.

“Respons pengunjung sangat baik. Pemainnya juga tidak hanya dari sekitar kota. Ada yang dari Gerokgak, Sawan dan wilayah lainnya. Pada event sebelumnya di Bichito, bahkan ada tim dari Jembrana yang datang ke Buleleng,” katanya.

Bagi Bichito Coffee sebagai pelaku UMKM, penyelenggaraan kegiatan esports juga memberikan dampak dari sisi promosi dan aktivitas usaha. Selain menjadi sarana memperkenalkan Bichito kepada komunitas yang lebih luas, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan UMKM terhadap aktivitas dan talenta generasi muda.

“Dampak yang kami rasakan salah satunya promosi Bichito. Yang kedua, bagaimana UMKM bisa memfasilitasi kegiatan pemuda atau talenta yang ada di sini. Dampaknya dari sisi promosi juga, sekaligus aktivitas jualan kami ikut bergerak,” ujar Wayan.

Ke depan, Wayan berharap ekosistem esports di Buleleng semakin berkembang dengan tersedianya lebih banyak ruang kompetisi maupun pembinaan. Ia juga berharap Buleleng memiliki sebuah game house yang dapat menjadi pusat kegiatan dan latihan para atlet esports daerah.

“Harapannya esports ini terus berkembang dan ruang untuk esports di Buleleng semakin bertumbuh. Di mana-mana ada ruang untuk esports, dan secara khusus saya berharap di Buleleng ada game house. Dengan begitu kegiatan bisa lebih terpusat dan menjadi tempat para atlet Buleleng untuk fokus berlatih ke depannya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *