19.10.2026

Delapan Sekolah Busungbiu Penerima BOS Kinerja Didorong Jadi Rujukan Praktik Baik

0
image

Disdikpora Buleleng Perkuat Mutu Sekolah melalui SPMI, Literasi-Numerasi, dan Pembelajaran Digital

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Delapan sekolah dasar di Kecamatan Busungbiu yang berhasil meraih BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 didorong tidak berhenti pada pencapaian prestasi. Sekolah penerima diharapkan mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan inovasi yang telah dilakukan, kemudian membagikannya kepada satuan pendidikan lain.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., saat membuka kegiatan penguatan bagi sekolah penerima BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 di SD Negeri 1 Tinggarsari, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah dan guru dari delapan satuan pendidikan penerima BOS Kinerja, yaitu SD Negeri 1 Tinggarsari, SD Negeri 1 Tista, SD Negeri 3 Pucaksari, SD Negeri 2 Bongancina, SD Negeri 4 Tista, SD Negeri 1 Bongancina, SD Negeri 1 Kedis, serta SD Negeri 1 Umejero.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Surya menyampaikan bahwa BOS Kinerja seharusnya menjadi pemicu bagi sekolah untuk terus melakukan pembenahan. Capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi harus tercermin dalam pengelolaan sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran.

“Sekolah yang memperoleh BOS Kinerja memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas. Praktik baik yang sudah berjalan hendaknya tidak hanya dinikmati oleh sekolah sendiri, tetapi bisa dibagikan dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya,” kata Gus Surya.

Ia menjelaskan, pengimbasan praktik baik menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan pendidikan. Setiap sekolah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga pengalaman maupun inovasi dari sekolah penerima dapat menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai kondisi masing-masing sekolah.

Selain pengimbasan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penguatan mutu pendidikan, antara lain Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

SPMI dinilai penting karena membantu sekolah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dan persoalan, menyusun langkah perbaikan, hingga mengevaluasi hasilnya secara berkelanjutan. Proses tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan sekolah dalam melakukan perbaikan berdasarkan data dan kebutuhan nyata.

Penguatan literasi dan numerasi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan. Kemampuan tersebut diperlukan agar peserta didik tidak hanya mampu menerima informasi, tetapi juga memahami, mengolah, menganalisis, dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, dalam hal digitalisasi, Gus Surya mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus memiliki tujuan yang jelas dalam mendukung pembelajaran.

“Teknologi bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik, efektif, kreatif, dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Materi penguatan selanjutnya diperdalam oleh Fasilitator Daerah Putu Widi Ciptaningsih, S.Pd., bersama Korwil Disdikpora Kecamatan Busungbiu, Gede Sumanaya, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menerapkan kebijakan prioritas. Melalui penguatan tersebut, sekolah penerima BOS Kinerja diharapkan mampu menjadi penggerak peningkatan mutu yang memberikan dampak lebih luas bagi lingkungan pendidikan di Kecamatan Busungbiu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *