19.10.2026

Duet Srikandi Panjat Tebing Indonesia Amankan Perak di Chongqing, Billah dan Kadek Tampil di Podium Dunia

0
image

Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih finis kedua pada nomor speed relay putri World Climbing Series Chongqing 2026 dengan catatan waktu 15,3 detik.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Dua atlet panjat tebing putri Indonesia, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih, berhasil mengukir prestasi di kancah internasional dengan meraih medali perak nomor speed relay putri World Climbing Series Chongqing 2026 di Tiongkok, Minggu (20/9). Keduanya harus puas berada di posisi kedua setelah bersaing dengan pasangan tuan rumah pada babak final.

Pencapaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan duet Merah Putih dalam menghadapi persaingan atlet-atlet dunia. Meski belum berhasil mengamankan medali emas, Raji’ah dan Kadek mampu membawa pulang medali untuk Indonesia melalui nomor estafet kecepatan.

Raji’ah Sallsabillah, yang dikenal dengan sapaan Billah, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang diraih bersama Kadek. Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap berkolaborasi dengan siapa pun dalam nomor speed relay. Baginya, kekompakan dan upaya memberikan penampilan maksimal menjadi hal penting dalam mencapai hasil terbaik.

Billah menilai kesiapan atlet untuk bekerja sama dengan pasangan yang berbeda merupakan bagian dari tantangan dalam nomor estafet. Ia tetap optimistis bahwa setiap pasangan memiliki peluang untuk memberikan hasil maksimal selama mampu menjalankan pertandingan dengan baik.

Di sisi lain, Kadek Adi Asih mengungkapkan bahwa konsistensi mengikuti arahan dan program latihan pelatih menjadi salah satu hal yang mendukung pencapaian mereka di Chongqing. Namun, ia tidak menampik masih perlu melakukan pembenahan, terutama dalam menjaga konsentrasi ketika melakukan pemanjatan.

“Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat, serta harus lebih konsisten lagi dalam latihan,” ungkap Kadek.

Tiongkok Raih Emas, Indonesia Catat Waktu 15,3 Detik

Dalam pertandingan final speed relay putri, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Jingyue Fan dan Shaoqin Zhang. Indonesia menyelesaikan perlombaan dengan total waktu 15,3 detik, yang terdiri dari catatan Kadek selama 6,7 detik dan Raji’ah selama 8,6 detik.

Sementara itu, pasangan Tiongkok tampil dengan waktu lebih cepat, yakni 12,97 detik. Jingyue Fan mencatatkan waktu 6,43 detik, sedangkan Shaoqin Zhang membukukan 6,54 detik. Hasil tersebut mengantarkan wakil tuan rumah meraih medali emas.

Pertandingan berlangsung dengan persaingan ketat. Namun, momentum Indonesia sempat terganggu ketika Billah yang menjalankan giliran sebagai pemanjat kedua mengalami terpeleset. Situasi tersebut turut memengaruhi catatan waktu akhir pasangan Indonesia dalam perebutan gelar juara.

Untuk posisi ketiga, pasangan Italia Giulla Randi dan Beatrice Colli berhasil meraih medali perunggu setelah mengungguli duet Prancis, Louise Fountaine dan Capucine Viglione.

Langkah Tim Putra Terhenti di Babak Perempat Final

Pada nomor speed relay putra, Indonesia diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa. Keduanya belum berhasil melangkah ke babak semifinal setelah terhenti pada perempat final.

Medali emas nomor estafet putra diraih Ukraina. Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan medali perak, sedangkan Tiongkok mengamankan medali perunggu.

Indonesia juga mengirimkan atlet untuk bertanding pada nomor speed individu putra, speed individu putri, serta speed relay campuran. Namun, dari sejumlah nomor tersebut, kontingen Indonesia belum berhasil menambah perolehan medali.

Fokus dan Konsistensi Jadi Catatan Evaluasi

Raihan medali perak di Chongqing menjadi pencapaian yang disertai sejumlah catatan untuk peningkatan performa atlet. Pengalaman bertanding di level internasional memberikan kesempatan bagi Raji’ah dan Kadek untuk mengevaluasi kemampuan, termasuk dalam menjaga konsentrasi serta membangun konsistensi saat berlomba.

Kadek menegaskan bahwa peningkatan kualitas latihan dan kemampuan mempertahankan fokus menjadi perhatian penting ke depan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi keduanya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Keberhasilan membawa pulang medali perak sekaligus menunjukkan bahwa atlet panjat tebing Indonesia mampu bersaing di nomor speed relay internasional. Dengan pembinaan dan persiapan yang berkelanjutan, para atlet diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan pencapaian pada kejuaraan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *