19.10.2026

21 SD di Buleleng Direvitalisasi, Sutjidra Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Target

0
FB_IMG_1788855269055

Pemkab Buleleng Siapkan Anggaran Lebih dari Rp21,18 Miliar untuk Pembenahan Sarana Pendidikan

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan terus digenjot melalui Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026. Sebanyak 21 Sekolah Dasar (SD) mendapat program peningkatan sarana dan prasarana dengan total dukungan anggaran mencapai lebih dari Rp21,18 miliar.

Komitmen tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Pada Selasa (8/9/2026), Sutjidra meninjau pelaksanaan revitalisasi di SDN 1 Kalianget dan SDN 2 Ringdikit untuk memastikan pengerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu maupun kualitas bangunan.

Program revitalisasi ini sebagian besar dilaksanakan menggunakan pola swakelola. Dalam pelaksanaannya, masyarakat di sekitar sekolah turut dilibatkan sebagai tenaga kerja sehingga pembangunan tidak hanya menyasar perbaikan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat setempat.

“Jadi hari ini kita mengunjungi beberapa sekolah yang mendapatkan revitalisasi untuk memantau perkembangan progresnya. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan harapan kita, sesuai jadwal, dan juga dari kualitas bangunannya,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, mekanisme swakelola tidak berarti mengabaikan aspek perencanaan maupun pengawasan. Setiap pekerjaan tetap harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang matang dan diawasi secara berkelanjutan. Dalam hal ini, kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

“Semua revitalisasi sekolah ini dilakukan secara swakelola, tetapi tetap ada perencanaan dan pengawasannya. Ini yang perlu menjadi perhatian kepala sekolah karena tanggung jawab jalannya revitalisasi ada di kepala sekolah,” katanya.

Progres SDN 1 Kalianget Capai 65 Persen

Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SDN 1 Kalianget. Pelaksanaan revitalisasi di sekolah tersebut telah memasuki minggu ke-11. Pekerjaan yang dilakukan mencakup rehabilitasi lima ruang kelas dan satu paket toilet atau jamban dengan dukungan anggaran lebih dari Rp881 juta.

Hingga peninjauan dilakukan, capaian fisik pembangunan telah mencapai 65 persen. Sementara dari sisi keuangan, realisasinya tercatat sebesar 70 persen.

Sutjidra mengapresiasi perkembangan pekerjaan di SDN 1 Kalianget. Ia juga memberikan perhatian terhadap aspek kenyamanan ruang belajar, terutama berkaitan dengan sirkulasi udara di ruang kelas yang turut menjadi bagian dari pembenahan.

“Di Kalianget ini progresnya sudah bagus. Plafonnya dibuat lebih tinggi sehingga sirkulasi udara jauh lebih baik. Kalau sirkulasi udaranya bagus, anak-anak lebih sehat untuk belajar di dalam kelas,” jelasnya.

Revitalisasi SDN 2 Ringdikit Baru Berjalan Tiga Minggu

Berbeda dengan SDN 1 Kalianget, pekerjaan revitalisasi di SDN 2 Ringdikit masih berada pada tahap awal. Pengerjaan baru memasuki minggu ketiga dengan progres fisik sebesar 5 persen, sedangkan progres keuangannya telah mencapai 70 persen.

Cakupan pekerjaan di sekolah tersebut cukup luas. Revitalisasi meliputi enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, toilet, serta penataan lingkungan sekolah. Untuk keseluruhan pekerjaan itu, pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1,3 miliar.

Bupati Sutjidra meminta seluruh unsur yang terlibat menjaga ritme pekerjaan agar target penyelesaian tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, pola swakelola yang menggunakan tenaga kerja masyarakat desa setempat harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kelancaran pembangunan.

“Kalau melewati jadwal nanti akan ada masalah. Mudah-mudahan tidak, karena ini pekerjaan swakelola dan pekerjanya juga berasal dari desa setempat,” ungkap Sutjidra.

Dorong Sekolah Lebih Aman dan Nyaman

Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Buleleng dalam mendukung sektor pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk menghadirkan fasilitas sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar peserta didik.

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada ruang kelas. Pekerjaan juga mencakup toilet atau jamban, pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), rehabilitasi ruang administrasi dan perpustakaan, penataan lingkungan sekolah, penyediaan mebel, hingga mobilisasi bahan dan biaya manajemen.

Adapun 21 SD yang menerima Program Revitalisasi Sekolah Dasar Kabupaten Buleleng Tahun 2026 meliputi SDN 1 Pangkungparuk, SDN 1 Kalianget, SDN 2 Penglatan, SDN 4 Sukasada, SDN 2 Gerokgak, SDN 5 Banjar Jawa, SDN 5 Banjar, SDN 1 Beratan, SDN 2 Bengkel, SDN 2 Bongancina, SDN 1 Pucaksari, SDN 5 Penarukan, SDN 1 Astina, SDN 2 Galungan, SDN 2 Ringdikit, SDN 4 Pakisan, SDN 1 Bila, SDN 1 Silangjana, SDN 2 Tinga-Tinga, SDN 1 Kedis, dan SDN 5 Munduk.

Melalui program tersebut, Pemkab Buleleng menargetkan peningkatan kualitas sarana pendidikan dapat berjalan merata sehingga sekolah memiliki fasilitas yang semakin layak untuk mendukung proses belajar dan perkembangan peserta didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *