Hari Koperasi ke-79, Wabup Buleleng Tegaskan Pentingnya Modernisasi Koperasi

SHARE
Sebanyak 573 koperasi di Kabupaten Buleleng diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi yang inovatif dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengajak seluruh gerakan koperasi untuk melakukan pembenahan dan transformasi menuju tata kelola yang lebih modern. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Jumat (17/7).

Kegiatan yang dirangkai dengan pasar rakyat, donor darah, serta berbagai aktivitas sosial lainnya itu diikuti oleh insan koperasi, pelaku UMKM, perwakilan BUMN, BUMD, dan sejumlah pemangku kepentingan.

Menurut Supriatna, tema “Koperasi Bangkit, Indonesia Sejahtera” mengandung pesan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia menilai koperasi memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai gerakan sosial ekonomi yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Koperasi harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, koperasi dituntut lebih profesional, inovatif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi para anggotanya,” kata Supriatna.

Data Pemerintah Kabupaten Buleleng mencatat terdapat 573 koperasi aktif yang tersebar di seluruh kecamatan. Di antaranya, sebanyak 148 koperasi tergabung dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Keberadaan koperasi-koperasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam memperluas akses permodalan, mengembangkan usaha masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Supriatna menegaskan, penguatan sumber daya manusia dan perbaikan tata kelola menjadi kunci utama agar koperasi mampu bersaing di era modern.

“Koperasi masa depan harus hadir sebagai lembaga ekonomi yang cepat beradaptasi, memanfaatkan teknologi digital, dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya. Sudah saatnya kita meninggalkan anggapan bahwa koperasi identik dengan sistem yang lambat,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, sektor perbankan, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk terus memperkuat pendampingan terhadap koperasi agar semakin maju dan mandiri.

Di akhir sambutannya, Wabup Buleleng menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis koperasi di Kabupaten Buleleng akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya.