JAKARTA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, pada peluncuran kerja sama Indonesia–Denmark di bidang peternakan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Kerja sama yang berfokus pada pengembangan peternakan babi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Kesehatan Hewan, Direktur Karantina Hewan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Program ini difasilitasi oleh SOW DAN RED sebagai bagian dari upaya memperkuat industri peternakan nasional.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa penerapan Good Farming Practices dan sistem biosecurity menjadi aspek mendasar dalam pengelolaan peternakan modern. Kedua prinsip tersebut dinilai mampu menekan risiko penyebaran penyakit, meningkatkan efisiensi produksi, serta menjamin kualitas hasil peternakan agar sesuai dengan standar internasional.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menilai kerja sama tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong kemajuan sektor peternakan, khususnya di daerah yang memiliki potensi besar seperti Kabupaten Buleleng.
“Penguatan sektor peternakan harus dibangun melalui kolaborasi dan transfer pengetahuan. Kerja sama ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan di negara lain sehingga dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Sutjidra.
Menurutnya, pengembangan peternakan yang mengedepankan aspek kesehatan hewan dan kualitas produk akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para peternak.
“Dengan tata kelola yang baik dan dukungan berbagai pihak, sektor peternakan di Buleleng memiliki peluang besar untuk berkembang. Kami berharap para peternak dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menghasilkan produk yang berdaya saing,” tambahnya.
Selain membahas peningkatan kualitas produksi, forum tersebut juga menyoroti peluang ekspor produk peternakan babi ke sejumlah negara, seperti Singapura, Thailand, dan Tiongkok. Tingginya permintaan dari pasar internasional menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan melalui peningkatan standar produksi dan penguatan sistem pengawasan kesehatan hewan.
Kerja sama Indonesia–Denmark diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor peternakan nasional menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, dan kompetitif. Bagi Kabupaten Buleleng, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor peternakan.
