Buleleng Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

SHARE
Wabup Supriatna: Intervensi Sejak Remaja Hingga Calon Pengantin Jadi Kunci Mewujudkan Generasi Unggul

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buleleng yang dipimpin Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna selaku Ketua TPPS Kabupaten Buleleng di Ruang Rapat Lobby Kantor Bupati Buleleng, Rabu (24/6).

Dalam rapat tersebut, Wabup Supriatna menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, desa adat, hingga masyarakat.

Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh tahapan kehidupan, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Dengan pendekatan yang komprehensif tersebut, pemerintah optimistis mampu mencegah lahirnya kasus-kasus stunting baru di Kabupaten Buleleng.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja bersama, mulai dari edukasi kesehatan, perbaikan pola hidup, pemenuhan gizi, hingga peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Semua pihak memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program ini,” ujar Supriatna.

Ia juga mengingatkan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang harus dijalankan secara serius oleh pemerintah daerah, seiring dengan program pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Ketiga isu tersebut merupakan program prioritas pemerintah pusat yang wajib kita laksanakan di daerah. Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus terus menjadi perhatian bersama seluruh pihak,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pendataan dan pelaporan kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah, prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng pada tahun 2025 tercatat sekitar 3,35 persen. Capaian tersebut menunjukkan tren yang cukup baik, namun menurut Supriatna, hal itu tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri.

Ia menegaskan bahwa perbedaan angka yang muncul dari berbagai sumber data harus dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas intervensi di lapangan.

“Apapun hasil datanya, kewajiban kita adalah terus melakukan berbagai langkah dan intervensi agar angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan. Fokus kita bukan hanya pada angka, tetapi bagaimana memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, TPPS Kabupaten Buleleng telah menjalankan berbagai program intervensi spesifik dan sensitif. Program tersebut antara lain skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, edukasi ASI eksklusif, hingga pelayanan tata laksana gizi buruk.

Selain itu, inovasi Posko Praktik Baik juga terus diperkuat sebagai sarana pendataan dan pendampingan calon pengantin melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Program ini melibatkan berbagai pihak seperti desa adat, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, dan Tim Pendamping Keluarga guna memastikan kesiapan calon orang tua dalam melahirkan generasi yang sehat.

Tidak hanya berfokus pada aspek gizi, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas sanitasi lingkungan serta melakukan pendampingan terhadap pasangan usia subur sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting yang lebih menyeluruh.

Wabup Supriatna turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, relawan, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak yang selama ini konsisten mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.

Ia berharap koordinasi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga target penurunan stunting dapat dicapai secara berkelanjutan.

“Dengan intervensi yang terpadu, kerja sama yang kuat, dan komitmen seluruh pihak, saya optimis angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” pungkasnya.