Fesona Seririt 2026 Resmi Dibuka, 425 Penari Tampilkan Tari Kolosal dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya

SHARE
Festival budaya bertema “Abhinaya Kumala” menghadirkan tari kolosal, pameran ornamen khas daerah, dan berbagai pertunjukan seni tradisional sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Festival Perayaan Budaya, Seni, dan Ornamen Kecamatan Seririt (Fesona Seririt) 2026 resmi digelar di Lapangan Umum Seririt, Rabu (3/6). Kegiatan tahunan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Pembukaan festival berlangsung semarak dengan penampilan 425 penari yang membawakan tari kolosal di hadapan ribuan warga yang hadir.

Tahun ini, Fesona Seririt mengusung tema “Abhinaya Kumala” yang bermakna ekspresi keindahan. Tema tersebut diwujudkan melalui pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan budaya lokal dan kreativitas masyarakat Seririt dalam sebuah sajian kolosal yang memikat perhatian pengunjung.

Penampilan ratusan penari tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mencerminkan tekad bersama untuk terus menjaga serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Selain pertunjukan tari, festival ini turut diramaikan dengan pameran ornamen khas daerah dan berbagai atraksi seni tradisional yang melibatkan komunitas seni, pelajar, serta masyarakat umum.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya daerah melalui festival yang juga menjadi wadah pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menilai Fesona Seririt memiliki posisi penting sebagai sarana pelestarian budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi.

“Penampilan 425 penari hari ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk melestarikan budaya masih sangat kuat. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, karena budaya adalah identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Sutjidra.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, festival budaya seperti Fesona Seririt dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku UMKM serta berbagai potensi lokal yang dimiliki daerah.

“Fesona Seririt bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi daerah, memperkuat persatuan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan sektor pariwisata,” tambahnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati asal Desa Bontihing tersebut mengajak generasi muda untuk terus mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya daerah sebagai warisan yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat Buleleng.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya daerah, lalu siapa lagi. Melalui festival ini kami berharap generasi muda semakin bangga terhadap budaya lokalnya sendiri,” ungkap Bupati Sutjidra.