70 Travel Agent India Jelajahi Badung Tengah dan Utara dalam Familiarization Trip 2026

SHARE
Foto : Wujudkan Pemerataan Pariwisata, Dispar Badung Adakan Familiarization Trip Tahun 2026 Di Pura Taman Ayun

BADUNG, SINGARAJANOW – Dinas Pariwisata Kabupaten Badung kembali menghadirkan inovasi promosi untuk memperkenalkan potensi wisata di wilayah Badung Tengah dan Badung Utara melalui kegiatan Familiarization Trip Cultural Dinner. Acara tersebut berlangsung di Jaba Sisi Pura Taman Ayun, Kecamatan Mengwi, pada Rabu malam (14/5).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, A.A. Putri Mas Agung, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 travel agent asal India. Para peserta diajak untuk mengenal langsung berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Badung, termasuk kunjungan ke Desa Wisata Carangsari pada siang harinya.

“Ini adalah rangkaian daripada familiarization trip 2026. Dan ini hari kedua. Kebetulan mereka delegasinya dari India, dari 70 travel agent yang mengikuti pada hari ini. Sebelumnya mereka tadi siang sudah mengunjungi Desa Carangsari. Besok ada juga table top,” ujar A.A. Putri Mas Agung.

Menurutnya, familiarization trip merupakan salah satu konsep promosi pariwisata baru yang mulai dijalankan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung pada tahun 2026.

Dalam program ini, para pelaku industri perjalanan diajak menyaksikan secara langsung keindahan alam, budaya, dan daya tarik wisata yang dimiliki Badung Tengah dan Badung Utara. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas distribusi kunjungan wisatawan agar tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Badung Selatan.

“Jadi fokus mereka dalam familiarization trip ini adalah ke Badung Tengah dan Badung Utara. Terutama untuk mengunjungi destinasi wisatanya. Dan ini tujuannya adalah untuk memecah pariwisata di selatan, untuk bisa sebagian kita laksanakan di Badung Tengah dan Badung Utara,” kata A.A. Putri Mas Agung.

Ia berharap, setelah kembali ke negara asal, para travel agent dapat menjadi mitra promosi yang efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata Badung kepada wisatawan mancanegara.

“Ketika promosi itu dilakukan oleh orang yang bersangkutan di negaranya, dia akan lebih efektif daripada kita yang mempromosikan. Karena pariwisata itu bentuknya kepercayaan. Dan mereka lebih percaya dengan orang-orangnya sendiri,” imbuhnya.