
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Warga Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dibuat geger dengan penemuan jasad bayi perempuan di area sebelah selatan Pura Surelepang, Sabtu (10/5) sore sekitar pukul 17.30 WITA. Kondisi bayi saat ditemukan sudah membusuk dan menimbulkan bau menyengat.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang bocah bernama Putu Mahendra Putra (12) yang tengah bermain layang-layang di sekitar lokasi setra.
Saat itu, ia melihat seekor anjing terus mengendus tanah di area tersebut sehingga memicu rasa penasaran.Setelah mendekat, Mahendra menemukan jasad bayi perempuan dalam kondisi mengenaskan. Ia kemudian memberitahukan warga sekitar hingga laporan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Sawan bersama Unit Identifikasi Polres Buleleng langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga jasad bayi sempat berpindah posisi setelah diganggu hewan liar.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan penyelidikan cepat dilakukan setelah identitas bayi mulai terungkap.
Polisi kemudian mengarah pada dugaan adanya proses penguburan secara diam-diam oleh seorang remaja perempuan yang masih berstatus pelajar SMA.
“Dari hasil penyelidikan sementara, bayi tersebut diduga dikuburkan oleh seorang remaja yang masih di bawah umur. Saat ini kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk penyebab pasti kematian bayi,” ujar Iptu Yohana.
Sementara itu, Kapolsek Sawan AKP Kadek Robin Yohana mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal, remaja perempuan berinisial LPM mengaku melahirkan seorang bayi perempuan di kamar mandi rumahnya pada Jumat (9/5) sekitar pukul 20.00 WITA.
Namun saat proses persalinan berlangsung, bayi tersebut disebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Tak lama setelah itu, jasad bayi diduga dibawa dan dikuburkan di area sebelah selatan Pura Surelepang.
“Pengakuan sementara, bayi dilahirkan di rumah dan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah itu jasadnya dikuburkan pada malam harinya,” terang AKP Robin.
Polisi juga mengungkap bahwa remaja perempuan tersebut memiliki kekasih berinisial KAP yang diduga merupakan ayah biologis bayi itu. Keduanya diketahui masih berstatus pelajar dan bersekolah di SMA yang sama.
AKP Robin menambahkan, meski identitas kedua remaja telah diketahui, pihak kepolisian belum melakukan penahanan lantaran keduanya masih di bawah umur. Penanganan kasus kini dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng.
“Kami mengedepankan proses pendampingan dan pemeriksaan sesuai ketentuan perlindungan anak. Untuk sementara kedua pihak masih dalam pemeriksaan intensif,” tambahnya.
Saat ini jenazah bayi perempuan tersebut telah dibawa ke Instalasi Forensik RSUD Buleleng guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.
