
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali memberangkatkan ratusan calon jemaah haji menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah. Pelepasan dilaksanakan di Masjid Agung Jami’ Singaraja, Jumat (8/5), dipimpin langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah, mulai dari pendampingan hingga pengawasan kesehatan sebelum keberangkatan.
Menurutnya, peningkatan jumlah jemaah setiap tahun harus diimbangi dengan kesiapan petugas pendamping agar pelayanan di Tanah Suci berjalan optimal.
“Kami memiliki komitmen menambah petugas haji daerah karena jumlah jemaah terus meningkat. Tahun lalu satu petugas mendampingi sekitar 80 jemaah dan itu sangat kewalahan,” ujar Sutjidra.
Tercatat sebanyak 108 jemaah asal Buleleng bersama seorang petugas pendamping daerah diberangkatkan menuju embarkasi Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi selama menjalankan ibadah.
Selain menyoroti pentingnya pendampingan, Bupati Sutjidra juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para jemaah, khususnya lansia.
Ia menyebut terdapat belasan jemaah yang membutuhkan perhatian dan bantuan khusus selama menjalani rangkaian ibadah haji.
“Ada sekitar 16 jemaah yang memerlukan bantuan dan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji.
Untuk itu, pendampingan terus kami koordinasikan bersama petugas dan pihak terkait,” katanya.
Menurutnya, keberangkatan jemaah tertua yang berusia 86 tahun menjadi indikator meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Buleleng. Karena itu, ia berharap seluruh jemaah tetap menjaga kondisi fisik agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.
Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra mengingatkan para jemaah untuk selalu menjaga sikap, kebersamaan, dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Kami berpesan agar seluruh jemaah menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, serta saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya.
