
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta dukungan infrastruktur irigasi yang digelar di Halaman Kantor Bupati Buleleng, Jumat (17/4). Dalam kesempatan tersebut, diserahkan lima unit traktor roda dua berkekuatan 6,5 PK serta 10 paket pemeliharaan irigasi tersier dengan total anggaran mencapai Rp1 miliar.
Setiap paket irigasi senilai Rp100 juta ini dilaksanakan secara padat karya oleh kelompok tani atau subak. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan Kementerian Pertanian.
Bupati Sutjidra mengungkapkan, salah satu tantangan utama sektor pertanian di Buleleng adalah belum optimalnya sistem pengairan. Kondisi ini berdampak pada produktivitas lahan di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan rehabilitasi jaringan irigasi agar distribusi air ke subak dapat berjalan maksimal. Tahun ini, ditargetkan perbaikan sekitar 40 saluran irigasi.
“Jika kebutuhan air terpenuhi, produksi di masing-masing subak diharapkan meningkat sehingga kemandirian pangan di Buleleng bisa terwujud,” ujarnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Pemkab Buleleng juga memberikan stimulus berupa keringanan pajak hingga 90 persen bagi lahan yang masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Kebijakan ini bertujuan menekan alih fungsi lahan sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan.
“Saya berharap subak tetap aktif berproduksi. Insentif pajak ini adalah bentuk komitmen kami agar lahan pertanian tetap terjaga dan tidak dialihfungsikan,” tegasnya.
Ke depan, dukungan terhadap sektor pertanian akan terus diperkuat secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit, pupuk bersubsidi, pendampingan petani, hingga peningkatan sistem irigasi. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan izin alih fungsi lahan di kawasan KP2B guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menyebutkan bahwa bantuan ini sangat penting dalam mengoptimalkan potensi produksi. Ia mengungkapkan, sekitar 15 persen potensi peningkatan produksi belum tercapai akibat keterbatasan tenaga kerja serta kerusakan saluran irigasi.
“Dengan adanya mekanisasi dan perbaikan irigasi, diharapkan hambatan tersebut dapat diatasi dan produksi meningkat,” jelasnya.
Para petani penerima manfaat pun menyambut baik bantuan tersebut. Mereka menilai dukungan alat pertanian dan perbaikan irigasi sangat membantu dalam menunjang aktivitas di lapangan. Meski demikian, perbaikan jaringan irigasi di beberapa titik masih diperlukan agar hasil produksi dapat lebih optimal.
Made Arina dari Subak Anyar Patemon mengungkapkan bahwa bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan petani, seperti alsintan, bibit, pupuk, hingga irigasi, akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi dan keberlanjutan pertanian di Buleleng.
