
DENPASAR, SINGARAJANOW – Pemerintah Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata melalui kolaborasi lintas daerah. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyepakati perubahan skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bersama tiga kepala daerah di Bali selatan, Senin (13/4/2026).
Kesepakatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata solidaritas antarwilayah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah lain di Bali.
Program ini mengusung semangat gotong royong melalui optimalisasi pendapatan dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di kawasan yang dikenal sebagai “Segitiga Emas” — Badung, Denpasar, dan Gianyar. Dana yang dihimpun kemudian dialokasikan ke kabupaten lain melalui skema BKK.
“Bali tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah bukti nyata keadilan pembangunan, di mana daerah yang memiliki pendapatan lebih membantu percepatan infrastruktur di seluruh pelosok Bali,” ujar Gubernur Koster di Kantor Gubernur Bali, Renon.
Dalam pembaruan kesepakatan tersebut, jumlah proyek strategis yang akan digarap mengalami perubahan dari sebelumnya 20 menjadi 22 proyek. Empat di antaranya kini masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN), sementara enam proyek baru ditambahkan karena dinilai memiliki urgensi tinggi.
Sejumlah proyek prioritas yang menjadi fokus hingga tahun 2029 antara lain pembangunan jalur pengurai kemacetan seperti Jalan Gatsu Barat–Canggu, Sunset Road–Mahendradatta, serta underpass Tohpati. Selain itu, penguatan konektivitas Bali Utara melalui pembangunan jalan baru dari batas Kota Singaraja hingga Mengwitani juga menjadi perhatian utama.
Tak hanya itu, peningkatan akses wilayah kepulauan dan sektor logistik turut didorong melalui pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida serta pengembangan sejumlah pelabuhan seperti Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba. Di sisi lain, program ketahanan pangan dan pelestarian budaya juga masuk dalam agenda, termasuk penataan kawasan Pura Besakih, pembangunan fasilitas pengolahan gabah, hingga pabrik pakan ternak di Tabanan.
Gubernur Koster menekankan bahwa keseluruhan program ini dirancang untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Bali secara global.
“Kami ingin memastikan kemajuan tidak hanya menumpuk di selatan. Dengan 22 proyek ini, mobilitas meningkat, ekonomi bergerak di timur, utara, dan barat, sehingga kesejahteraan dirasakan seluruh rakyat Bali tanpa terkecuali,” tegasnya.
Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra. Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi Bali melalui keseimbangan pembangunan fisik dan pelestarian budaya.
